GAIRAH MASA LAJANG
sambung ku diiringi senyum optimis.
“Usaha? Usaha apa itu Kak dengan hanya bermodalkan uang segitu?” tanya Intan yang tentunya penasaran.
“Aku di Kota S mempunyai seorang sahabat yang sangat baik, malahan saking baiknya antara kami udah seperti saudara sendiri. Namanya Mulyono, orang-orang di sana sering memanggilnya dengan sebutkan Cak Mul. Dia memiliki usaha lesehan pecel lele, dan itu berhasil serta berkembang dalam waktu yang tak begitu lama. Aku pernah bertanya tentang resep sambal lezat yang ia buat, Mas Mul itu pun membeberkan serta mengajariku. Nah, usaha itulah yang akan aku kembangkan di rumah ini Intan. Di sebelah kiri rumah ini kan kosong, jadi aku akan buat tempat lesehan itu di