Istri yang tak Berharga
Dadaku sesak, nafasku tercekat.
Malam itu, aku sadar satu hal, Aku bukan hanya istri yang tidak dicintai. Aku adalah istri yang dianggap hina, tak berharga, dan tidak diinginkan.
Aku menulis lagi di buku harianku.
"Aku mencoba menjadi istri yang sabar, tapi kesabaranku mulai retak. Aku mencoba menjadi istri yang taat, tapi ketaatanku terasa sia-sia. Suamiku tidak hanya tidak mencintaiku, tapi juga muak padaku. Apa artinya rumah tangga ini, Ya Allah? Haruskah aku terus bertahan dalam kehinaan ini?"
Hot Chapters