Suamiku Jadul
tanyaku pada penjual HP di Pasar Panyabungan.
"Oh, ini, Pak, Nokia 1100, bisa poliponik," jawabnya.
"Bisa gak menelepon sampai ke Jawa?"
"Bisa, bisa,"
"Berapa?".
"Tujuh ratus lima puluh ribu,"
"Oh, bungkus," kataku dengan yakin, uang satu kresek ada di tangan. Apalah kalau cuma tujuh ratus lima puluh ribu.
"Sekalian kartunya, Pak?"