OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU
Hana berpamitan, "Luna, sama Papa, ya?!"
"Iya, Bunda." Luna menjawab.
"Mas, Hana pergi dulu. Assalamualaikum," pamit Hana, seraya mencium punggung tanganku.
"Waalaikumsalam, hati - hati." Hana menunjukkan jempol dan tersenyum tipis seperti biasa.
Hana segera beranjak, kakinya terayun, membawa tubuhnya menjauh. Tak berapa lama terdengar suara motornya menyala, dan bergerak menjauh.