Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya Sang Pembunuh Bayaran

Kembalinya Sang Pembunuh Bayaran

Asterion hanya diam di tempatnya, ia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita itu secepat ini, padahal ia belum memikirkan cara bagaimana bisa menemukan Wanita dengan julukan "silent death" itu. "Lama tidak bertemu," ucap Asterion tanpa sadar.
162 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

“Siluet pria berdandan wanita.” Kalimat itu bukan sekadar kata-kata. Kalimat itu seperti belati yang digerakkan dengan presisi maut untuk membelah tepat di jantung harga diri Lisa. Hinaan itu menghantamnya begitu telak. Jauh lebih menyakitkan daripada pengkhianatan mana pun yang pernah ia lalui di masa lalu. Lisa terpaku dan kakinya seolah tertanam di lantai marmer kamar tidurnya yang dingin. Kamar ini, menjadi saksi bisu keangkuhannya yang melambung setinggi langit dalam beberapa jam yang lalu. Ia sempat merasa berada di puncak dunia dan yakin bahwa malam ini adalah malam penaklukannya.
853 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Malam sebelumnya, Sandi bahkan membiarkan Zita menginap, membawa wanita itu ke kamarnya. Kania duduk termenung di lantai bawah sampai pukul tiga pagi, barulah dia melihat lampu di kamar itu padam dan samar-samar mendengar suara-suara mesra dari dalam. Dia menutup mulutnya erat-erat, air mata jatuh tanpa suara, membasahi sofa. Pada saat itu, akhirnya dia memutuskan untuk menyerah. Menyerah untuk mencintai Sandi.
27.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 823 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Suasana hening di sekitar mereka tiba-tiba berubah. Tiba-tiba, suara tawa seram terdengar di udara malam yang sunyi. Dari balik semak-semak yang lebat, muncullah sesosok siluman rubah ekor tujuh yang sangat angkuh. Ekor-ekor panjangnya yang berkilauan di bawah cahaya bulan memancarkan aura mengerikan. Sesosok wanita dengan mata berkilau merah dan rambut panjang berwarna putih seputih salju muncul dari kegelapan, menatap mereka dengan penuh kemarahan. “Ye Xuanqing, kau pikir bisa pergi begitu saja setelah melukai perasaan adik ku?” tanya perempuan siluman itu, dia adalah Jing Qian.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Suamiku Hanya Diam

Suamiku Hanya Diam

Ke esokan harinya, di pagi yang cerah dengan suara kicauan burung yanv berbunyi seperti membangunkan para orang oranh yang tengah tertidur. Matahari yang tadi malu malu menunjukan diri nya sekarang keluar perlahan demin perlahan. Cahaya terik yang menembus hordeng hotel membuat wanita yang tengah tertidur seperti buntalan kini terusik akan cahaya yang terik. “eughh..." lenguhan pun terdengar, wanita itu mengeliat lalu membuka mata nya. “jam berapa ini??" ucap nya dengan suara serak dan lemah.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Pria itu mengenakan kemeja putih yang digulung lengannya hingga siku. Wajahnya datar tanpa senyum. “Ren,” sapa Selin pelan, suaranya hampir tenggelam diantara suara klakson kendaraan yang lewat. Rendra hanya mengangguk kecil. “Silahkan masuk,” katanya singkat, lalu mundur sedikit agar Selin bisa lewat. Tidak ada sapaan balik. Tidak ada senyum. Hanya anggukan itu.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

suaranya nyaris tak terdengar, seperti bisikan yang enggan keluar. Julian tidak menghentikannya. Ia hanya menatap diam, dengan tatapan milik seseorang yang percaya bahwa pada akhirnya semua akan kembali padanya. Silvi berjalan keluar, melewati lorong kantor yang dingin dan sunyi. Lampu di langit-langit terasa terlalu terang, menyilaukan penglihatannya yang mulai buram. Langkahnya tidak punya arah, hanya ingin menjauh. Dari ruangan itu. Dari Julian. Dari semua bisikan lembut yang perlahan-lahan mulai meracuni pikirannya, mengikis pertahanan diri yang tersisa.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

Pada akhirnya tetap ia yang terlihat salah. "Kenapa lu diem aja? Mendadak bisu?! Atau emang bisu? Hahaha," celetuk Viola. "Kayaknya emang bisu! Ups..." Ucap gadis berkuncir kepang itu. Sekali berucap ternyata ucapannya begitu tajam, pikir Senja. Tangan lentik itu kini sudah menyentuh wajah Senja. Viola—gadis yang menggunakan softlens hitam di matanya itu, kini tersenyum sinis. Tangannya sudah meraup pipi Senja.
9.97.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

“Di mana Niana yang asli?” Niana menatap Selena dengan bingung. Ia tidak menjawabnya. “Jawab saya,” kata Selena. “Saya tahu kamu bukan Niana.” Perempuan yang ada di hadapannya itu menunduk. Tangannya sudah menyembunyikan pisau kecil di balik badannya. Perempuan itu siap untuk menikam Selena kapan saja.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Tak ia izinkan dirinya tenggelam sendirian pada rasa sakit yang menikam. Nina mengganti pakaiannya. Menatap diri sejenak pada kaca besar yang memang disediakan di sanggar. "Kamu cantik!" lirihnya. "Tapi kecantikan belum tentu bisa membuat seseorang bahagia," lagi, Nina meratapi diri.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai silent woman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status