Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Pria itu mengenakan kemeja putih yang digulung lengannya hingga siku. Wajahnya datar tanpa senyum. “Ren,” sapa Selin pelan, suaranya hampir tenggelam diantara suara klakson kendaraan yang lewat. Rendra hanya mengangguk kecil. “Silahkan masuk,” katanya singkat, lalu mundur sedikit agar Selin bisa lewat. Tidak ada sapaan balik. Tidak ada senyum. Hanya anggukan itu.
10722 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as silent woman
Read
+Library
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

Suara sendok yang beradu dengan gelas menjadi satu-satunya yang terdengar, mengisi keheningan. Silvi membuka kulkas, mengambil satu botol air seolah tak terjadi apa-apa. Ia meneguknya perlahan. Lalu menatap mereka satu per satu dengan tatapan dingin dan tanpa senyum. Lalu bibirnya melengkung. Bukan senyuman ramah, tapi senyuman yang merendahkan. “Oh, lanjutkan saja pembicaraan kalian,” ucapnya ringan, “Kebetulan aku memang kesulitan mendengar suara orang-orang yang tidak tahu level mereka. Jadi aku tidak akan mendengar apa pun.”
103.2K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as silent woman
Read
+Library
Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Karena terlalu larut dalam pikiran, dia sama sekali tidak menyadari ada seseorang yang tengah menguntitnya dari belakang. Baru setelah dia melangkah masuk ke dalam ruang dispenser dan menyalakan keran air, sebuah suara ketus mendadak terdengar dari arah belakang tubuhnya. "Ziana, kamu pasti merasa sangat sombong sekarang, ‘kan?" "Silvia?" Ziana sungguh tidak menduga akan berpapasan dengan Silvia di tempat seperti ini. Wanita itu tampak sangat kuyu. Jika biasanya dia berpenampilan modis hingga ke ujung rambut, kini tidak ada satu pun perhiasan mewah yang melekat di tubuhnya.
9.7164.9K viewsCompletedAdded to Library 5.6K Times as silent woman
Read
+Library
Rahasia Senja

Rahasia Senja

Pada akhirnya tetap ia yang terlihat salah. "Kenapa lu diem aja? Mendadak bisu?! Atau emang bisu? Hahaha," celetuk Viola. "Kayaknya emang bisu! Ups..." Ucap gadis berkuncir kepang itu. Sekali berucap ternyata ucapannya begitu tajam, pikir Senja. Tangan lentik itu kini sudah menyentuh wajah Senja. Viola—gadis yang menggunakan softlens hitam di matanya itu, kini tersenyum sinis. Tangannya sudah meraup pipi Senja.
9.97.3K viewsOngoingAdded to Library 278 Times as silent woman
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

“Di mana Niana yang asli?” Niana menatap Selena dengan bingung. Ia tidak menjawabnya. “Jawab saya,” kata Selena. “Saya tahu kamu bukan Niana.” Perempuan yang ada di hadapannya itu menunduk. Tangannya sudah menyembunyikan pisau kecil di balik badannya. Perempuan itu siap untuk menikam Selena kapan saja.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as silent woman
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Tak ia izinkan dirinya tenggelam sendirian pada rasa sakit yang menikam. Nina mengganti pakaiannya. Menatap diri sejenak pada kaca besar yang memang disediakan di sanggar. "Kamu cantik!" lirihnya. "Tapi kecantikan belum tentu bisa membuat seseorang bahagia," lagi, Nina meratapi diri.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as silent woman
Read
+Library
Cinta Dingin Sang Pewaris

Cinta Dingin Sang Pewaris

suara perintah seorang wanita terdengar mengarahkan dengan tegas. Pasai mematung seketika saat mendengar suara itu. Itu suara yang sama yang dia dengar di pantai dan dalam pelukannya bulan lalu. Suara seorang perempuan yang tidak pernah pergi satu haripun dari ingatan dan hatinya yang diam-diam selalu merindukan. "Agni," gumam Pasai tanpa sadar. Dari arah sebelah kanan Pasai, seorang perempuan cantik berjalan cepat dengan wajah serius untuk mengecek barang yang dibawa Pasai dan Pak Ihsan.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as silent woman
Read
+Library
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

kembali Dwira bergumam dalam hati. Perempuan siluman itu kemudian duduk bersila dengan kedua telapak tangan di depan dada, mulutnya terlihat komat-kamit entah apa yang ia ucapkan. Berulang kali ia berkomat-kamit seperti memanggil seseorang, namun tak ada reaksi apa-apa hingga membuat matanya terbuka kembali.
1025.7K viewsCompletedAdded to Library 797 Times as silent woman
Read
+Library
Second Woman

Second Woman

Dia hanya sebatas bayangan di antara mereka berdua. Vira mengambil sebuah obat penenang dari laci kamarnya. Dia setiap hari harus meminum obat itu. Karena jika tidak pikirannya bisa sangat kacau. Dia juga merasa insecure terhadap dirinya sendiri sebagai seorang wanita. Dia bahkan tidak akan pernah bisa untuk menjadi wanita yang sempurna dan dicintai oleh suaminya.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as silent woman
Read
+Library
She Is

She Is

Suara kursi yang bergeser karena didorong secara tiba-tiba menimbulkan suara gesekan yang membuat semua mata mengalihkan tatapan mereka pada ketiga orang itu. Laras terperangah dengan aksi Widi barusan. Dan Jeremi, dia tersentak kaget dengan mulut terbuka. Di depan mata. Tepat di hadapannya, wanita yang menuntut cerai itu datang dengan membawa perut yang besar. “A-apa itu?” tanya Jeremi. Lebih tepatnya dia kehabisan kata-kata. Author Note: Emosi, gak? Emosi, gak? Emosi, dong … masa enggaakkk…
102.9K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as silent woman
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status