Exit
Tidak sepertiku, yang tidak memiliki bakat apapun bisa untuk dibanggakan.
Kelas 9A—kelasku dan April sudah mulai terlihat, jarak kami sekitar lima belas langkah dari pintu kelas. Sialnya ada sekitar lebih lima anak yang berdiri di tralis pembatas, mereka serius menatap teater drama di sana. Aku merapal doa dalam hati, semoga adegan teater di bawah makin dramatis, agar lima anak lebih itu tetap teralihkan pandangannya dan tidak menyadari ada aku, April, dan Laura lewat. Mungkin adegan ketika si perempuan meninggal karena penyakit berat lalu si laki-laki menyesal dan bersumpah tidak akan menikah dengan orang lain. Atau yang lebih manis si laki-laki balik mencintai si perempuan dengan sungguhan
Sikat na Kabanata