Tak Semanis Madu
batinku berucap, tanganku meremas.
"Ah, sudahlah, Bi. Terserah kamu aja!"
"Oke."
"Oke?oke, Gimana?"
"Oke, nikah, dong. Kamu bilang terserah aku."
Aku tersenyum paksa, rasa tak percaya seakan ada ... saja saat aku bersama Abimana. Mungkin yang bisa aku katakan sekarang hanyalah, orang pintar selalu berpikir sesuai logika bukan perasaan, dan Abimana lah salah satunya. Romantisme seakan tidaklah penting, seolah hanya merupakan sesuatu yang tidak berarti bagi mereka. Semoga diberi kesabaran oleh Tuhan menghadapi orang yang tidak peka seperti Abimana.
Sikat na Kabanata