CHAT NAKAL ISTRIKU
Aku meremas ujung baju,
"I-itu hanya masalah kecil, Mas Fadil temanku dulu, dia sering membahas masa lalu, aku sudah berusaha memperingatinya namun Ia tetap saja ngeyel,"
"Nanti biar aku yang bicara dengan Fadil,"
Aku terkejut kemudian mencegahnya.
"Jangan Mas! Biar aku saja,"
"Tidak apa-apa, jika istriku merasa tidak nyaman dan diganggu, tentu saja aku harus turun tangan,"
"Tidak perlu Mas," sanggahku.
"Hem Baiklah,"
Mas Aidan mengelus pipiku, kemudian tersenyum.