Pewaris Darah Cemani
Tak perduli pada tubuh yang semakin lama semakin sulit untuk digerakan serta kepala yang bertambah kian sakit tiada tara, Denjaka tetap memantapkan apa yang sudah ia putuskan, mencoba melawan segala godaan yang memaksanya untuk tidak ke mana-mana.
“Allahumma wafiqna li tha’atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami’ul ‘alim.” ucap Denjaka, melafadzkan doa agar Allah memberinya kekuatan dan tekad untuk tetap berusaha.
“La haula, wala quwwata illa billah ….” Sambung Denjaka, kembali meminta kekuatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas apa yang saat ini sedang ia perjuangkan.
Hot Chapters