Sadena

Suara tepukan tangan dari samping kiri terdengar, Marsha menelan Salivanya kasar sesaat seorang pria berkaos hitam yang dipadukan celana jeans abu yang robek di bagian lutut keluar dari salah satu pintu di lantai dasar.
"Hai," Pria itu menyapa. "Akhirnya lo datang juga." Serta merta Marsha mundur dua langkah. Meski pria itu juga mengukir senyum tipis. Marsha belum sanggup menampik keterkejutannya. Pria ini tidak terlihat menyeramkan, namun sepertinya berbahaya. Fisiknya, tidak jauh lebih tinggi dari Sadava. Marsha tebak, pria ini berusia dua puluh tahunan.
Hot Chapters