Suami Perkasa
Di hadapannya, seorang pria berjaket kulit hitam berjongkok, helm hitam legam masih menutup wajahnya.
Sasa mencoba bangun, tapi tubuhnya lemas.
Pria itu sigap memegang bahunya.
“Jangan dipaksa. Kamu jatuh lumayan keras.”
Ia menunduk, memastikan Sasa tak berdarah parah. Dari jaket kulitnya, menetes air hujan yang membentuk pola di tanah.
Perlahan, pria itu membuka helmnya.
Dan di balik helm itu—wajahnya tampak jelas.