Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Bora “Baiklah.” Ujar Aarav. Lalu Bora berjalan pergi dari sana, dan Aarav tersenyum saatmelihat Bora yang perlahan lahan berjalan menjauh darinya. Bora sudah masuk kedalam rumahnya, kemudian ia melihat kembali nomor yang Aarav tulis di lengan Kirinya. Saat itu Bora tersipu sipu saat melihat nomor yang terukir di lengannya. Kemudian Bora menampar dirinya sendiri. “Apa yang kau lakukan Bora, kenapa kau sesenang ini mendapatkan nomornya.” Ujar Bora “Tapi bukankah ini langkah yang sangat baik, akhirnya dari setiap kreator lukis yang mengincarnya hanya aku yang bisa mendapatkan nomornya.” Ujar Bora
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

ujar Amara sambil menyembunyikan senyum. "Itu sabotase dapur," kata Arka sambil menunjuk lemari. "Itu karena Om Botak lupa menaruhnya," balas Jr sambil mengangkat bahu. Arka hanya bisa menghela napas. Jr menekan beberapa tombol lalu memutar tablet menghadap Arka. Sebuah angka besar muncul di layar. 80. Arka membeku sesaat. "Delapan puluh?" tanya Arka sambil menatap angka itu.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

tanya peserta bernomor tiga belas, tergagap-gagap. “Benar sekali. Asalkan kau mau menuruti perintahku.” Peserta bernomor tiga belas menelan ludah. Sesaat kemudian, ia menganggukkan kepala. Garis senyum peserta bernomor sembilan puluh semakin bertambah lebar. Rencananya berjalan lancar. “Nanti, setelah lonceng dibunyikan, segeralah berlari ke arahku," bisiknya, memberikan instruksi.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Kamar Nomor 13

Kamar Nomor 13

Setelah beberapa detik hening, ia berkata, “Kami hanya punya satu kamar yang kosong… Kamar Nomor 13.” Damar terdiam sebentar. Nomor 13 memang sering dianggap sebagai angka sial, namun ia menepis semua rasa takut itu. Ia menganggap angka hanyalah angka, tidak lebih. Lagipula, cerita-cerita horor tentang penginapan tua adalah hal yang ia anggap klise dan dilebih-lebihkan. “Tidak masalah, Bu. Saya ambil kamar itu saja,” jawabnya.
947 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

“Tujuh puluh miliar.” Sekarang, semakin banyak orang mengangkat nomor untuk melelang. Batu nomor 2 memiliki kulit yang lebih halus, tetapi tidak ada tanda-tanda air atau butiran giok di permukaannya. Sementara batu nomor 13 memiliki butiran giok di permukaannya, para ahli tentu saja lebih bersedia mengambil risiko pada kemungkinan nomor 13 bisa menghasilkan warna hijau. “Seratus lima puluh miliar.”
9.33.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101.2K kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Tampilkan Ulasan (857)
Baca
+Pustaka
rincut
nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike
Siti Saodah
cerita yang sangat luar biasa ,menarik sekali untuk dibaca kelanjutannya ,penasaran dengan tokoh Claire Adhitama dan anak anaknya ,hasil perjuangan nya selama ini akan kah berhasil mempertahankan perusahaan ibunya ? dan ,penasaran juga dengan cerita cinta nya yg sudah membesarkan ketiga anaknya ???
Baca Semua Ulasan
Fall in For the Genius

Fall in For the Genius

kesal Logan menggerutu Alice menatap Logan yang duduk di sebelah nya, "Jangan meminta pada ku, aku juga tidak tau penyelesaian nomor 2. Aku hanya siap nomor 1 dan 3!" seru Alice lalu menatap catatan yang ada di depan nya sambil menunjukkan hasil pekerjaannya pada Logan. "Yakk, ayolah Alice. Pikirkan jawaban nomor 2, aku tau kau bisa!"
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Dibuang dari Neraka, Aku Jadi Idol Pemakan Nafsu Manusia

Dibuang dari Neraka, Aku Jadi Idol Pemakan Nafsu Manusia

Tim A: 7, 17, 27, 47, 57 Tim B: 52, 3, 12, 61, 32 Emm, tunggu dulu. Ahram nomor berapa ya? Maehwa buru-buru menoleh ke layar, matanya menyapu daftar nomor di tim A dan B untuk kelompok PHAGOUSA. Celaka! Ahram nomor 61. Alias berada di tim B.
313 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Tanpa berpikir lama, Noah menjawab mantap: “24 dan 52. Polanya ada dua. Angka pertama, ketiga, kelima (6, 12, 18) bertambah enam. Angka kedua, keempat, keenam (13, 26, 39) bertambah tiga belas. Jadi angka berikutnya 18 + 6 = 24, dan 39 + 13 = 52.” Jawaban itu meluncur begitu cepat, seolah tanpa usaha.
9.66.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223.1K kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Tampilkan Ulasan (253)
Baca
+Pustaka
Agus Irawan
Hai kak mampir ke karyaku juga. judul" Dari Tunangan Pura-pura, jadi Istri Kesayangan Sang Tuan. pena" Agus Irawan Sinopsis " Hana rela menjadi tunangan palsu seorang pengusaha muda demi menyelamatkan nyawa ibunya. Hanya saja, Abian, pria dingin yang masih terpaku pada cinta lamanya.
Hasti Eka Puryanti
dari sekian banyak judul yg sama, semua bagus akan tetapi jenis cerita ini yang paling saya sukai dan tip banget buat saya, dr mulai alur ceritanya, karakter tokohnya, dan semuanya deh menarik, bikin penasaran jadii, thir jangan lama lama up nya yaa setiap hari 1-2 bab boleh Thor hehe.. terimakasih
Baca Semua Ulasan
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Lagu Nina Bobo. “Bukan… ini bukan lift biasa,” bisik Sinta. Lalu tiba-tiba, lantai yang ditunjukkan berubah: B1... B2... B3... B4... B13. Lift turun ke lantai 13. “TIDAK! KITA HARUS KELUAR!”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Mereka menuntun Adit keluar dari ruang altar berbentuk lingkaran tersebut, kembali membelah lorong-lorong sunyi di lantai puncak Menara Hitam. Setelah melewati beberapa belokan dan pintu-pintu besi yang tampak identik, langkah mereka berhenti di depan sebuah pintu kayu tebal berkulit pelat baja dengan angka "13" kuningan yang terpasang sedikit miring di tengahnya.
10581.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.8K kali sebagai jawaban brain out nomor 130
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status