Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bangkit Dari Putus Asa

Bangkit Dari Putus Asa

tepat ketika tuan rumah hendak memperpanjang ceritanya, dua orang dan seekor anjing datang. Jaeger melihat dan menaksir kemampuan anjing berwarna hitam dan sedikit warna coklat didadanya itu. Kepalanya besar dan matanya nampak selalu waspada. Gigi dan taringnya rapi dan sempurna, nampak ketika anjing itu membuka mulutnya. "Posturnya sangat bagus, ototnya liat dan tulangnya kokoh," Jaeger menepuk kepala anjing itu, dan mengelusnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

Namun, rasa penasaran dan tanggung jawab akhirnya membuat mereka mengikuti langkah Joko. Di mulut gua, mereka menemukan tanda-tanda yang aneh. Ada bekas jejak kaki manusia yang menuju ke dalam, bercampur dengan jejak kaki besar yang tidak dikenali. Jejak itu tampak seperti cakar, dengan garis-garis dalam di tanah lembek. “Jejak apa ini?” bisik salah satu warga. Pak Jiman mendekat, menunduk untuk melihat lebih jelas. “Ini bukan jejak hewan biasa. Terlalu besar untuk anjing, tapi terlalu kecil untuk harimau.”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai jejak anjing
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Baca Semua Ulasan
Pendekar Penguasa Dua Pedang Sakti

Pendekar Penguasa Dua Pedang Sakti

Para pasukan yang berjumlah sepuluh orang itu mengekor di belakang dan mengikuti kemana pun Kebo Ijo bergerak bersama anjingnya. Anjing itu terus mengendus-ngedus tanah dan melacak jejak yang pernah ditinggalkan oleh Arya Wisesa. Penciumannya sangat tajam, sehingga Kebo Ijo menyerahkan urusan melacak buruannya itu pada peliharaannya itu sendiri. Setiap beberapa puluh kilo anjing itu berhenti dan lidahnya hanya terjulur-julur ke depan tanda ia sedang kehausan dan kelelahan. Mereka berhenti di sebuah kaki gunung di arah barat.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

ujar penjual sushi, mencoba membunuh karakter si engkoh. “Itu tidak benar!” bantah si engkoh. “Kalian memang menggunakan penglaris,” kata Jessica “Apa buktinya. Apa buktinya kami menggunakan penglaris?” “Saya me…” Jessica tidak melanjutkan kata-katanya. Ia sadar tidak mungkin mengatakan, bahwa dirinya bisa melihat makhluk astral. Siapa yang akan percaya?
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta

Sudah sejak lama bahwa reseptor hewan yang masih kerabat dekatnya srigala itu menjadi kawan polisi dalam mencari jejak pembunuhan ataupun kasus apapun. “Kita ke tempat kejadian perkara. Pastikan agar tempat steril, sehingga doggy titak kedulitan melacak pelarian mereka.” Mereka bergegas. Sebelum benar-benar pergi, Ilham menilik Tias yang masih tertidur pulas. Lelaki itu mencium kening wanita itu, kemudian keluar dari kamar itu dan menutupnya. Ilham meraih jaket yang ada di gantungan baju. Mereka berempat satu mobil milik Mario. Mobil itu di desain untuk melakukan pengejaran penjahat, jadi mobil itu di desain anti peluru dan dengan kecepatan di atas mobil pasaran.
9.730.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 974 kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Baunya seperti daging busuk bercampur dengan bau binatang buas, membuat seseorang secara naluriah mengerutkan kening. Lambert turun dari kuda, berjongkok di atas salju, dan mengulurkan tangan untuk menyibak lapisan salju tipis, memperlihatkan jejak kaki yang berantakan di bawahnya. Jejaknya dalam, menunjukkan bahwa serigala-serigala ini sangat lapar dan bahkan tidak memiliki kesabaran untuk menyembunyikan jejak mereka. Ia mendongak, ekspresinya serius: "Ada yang tidak beres."
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
Nona, Tuan CEO Ingin Lebih dari Semalam

Nona, Tuan CEO Ingin Lebih dari Semalam

Ia memiliki seekor anjing di tengah hutan, yang bisa menemukan Giselle untuk membantunya menemukan pondok kecilnya di tengah hutan. Anjing itu mendusal terus padanya hingga membuat Giselle berjuang untuk bangun. Giselle berusaha berdiri dengan kaki gemetar hebat. "Kau mau menunjukkan padaku jalannya?" tanya Giselle seolah hewan itu bisa mengerti bahasanya. Hewan itu berjalan di depannya dan Giselle mengikutinya, meskipun kadang ia merangkak bahkan menyeret kakinya yang terasa sangat-sangat sakit.
9.8109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

“Atau mungkin… itu ditulis dari tempat yang tidak bisa kita lihat.” Jejak dalam Kalimat Dengan bantuan Anak Kalimat, Lena dan Kai mencari jejak-jejak semantik: sisa pola gaya penulisan, ritme tanda baca, kecenderungan metafora. Seperti pelacak aroma, mereka mencoba mengendus siapa penulis tak dikenal yang mulai menyusup ke dunia baru. Hingga mereka menemukan sebuah frasa misterius yang muncul di berbagai tempat:
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
JEJAK HITAM SANG PENGUASA AKHIR

JEJAK HITAM SANG PENGUASA AKHIR

Setelah hampir satu jam mencari, mereka tiba di sebuah lapangan luas yang berada di tengah kota. Di sana, mereka melihat sesuatu—jejak kaki. Mo Tian berjongkok, memperhatikan jejak itu dengan seksama. "Ini bukan jejak sembarangan," katanya. "Jejak ini tidak berdebu seperti tanah di sekelilingnya. Ini masih baru." Liu Qingxue ikut berjongkok di sampingnya. "Mungkinkah ini jejak Yan Luo?" Fang Zhi menyipitkan mata. "Mungkin. Tapi ke mana dia pergi?"
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai jejak anjing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status