TAMING THE BOSS
“You can tell me what you’re feeling. Kita saudara, keluarga.”
Jameka melirik Lih yang masih sibuk dengan tablet. Ia berdiri, membalik badan menghadap dinding kaca gedung yang menampilkan langit mendung Jakarta di sore hari, persis suasana hatinya. Satu tangan Jameka yang bebas naik ke leher dan memegangnya. Entah kenapa pada satu titik ini ia merasa lemah dan ingin memunculkan sisi rapuhnya. Namun, ia sudah berjanji untuk tidak demikian. Jadi, sambil menelan gumpalan pahit dalam tenggorokan, Jameka balas berisik, “Bisa dibilang berusaha melepas masa lalu. Gue balikin cincin River ke Horizon.”
“Gimana hasilnya?”
Bab Populer