Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

Dia terlihat hanyut dalam aktifitasnya, menjahit pinggiran kasurku yang berantakan. Aku lalu memutar pandangan, kamarku penuh dengan kain, bantalan, juga baju yang tergantung. Mukenah di balik pintu juga bertambah, di sana gantungan kain sangat ramai sampai terlihat bertumpuk-tumpuk. Banyak yang berserakan ke lantai karena tak muat di gantung. "Eyang? Baju Imel diapakan itu?! Jangan di robek-robek semua ih."
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 616 kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

“Sayang, saya mau jemur baju dulu. Takut kelupaan. Nanti setelah airnya mendidih, masukin semua sayur dan bumbu yang sudah diiris, ya!” “Siap. Cempulingin doang, kan?” “Iya. Oya, jangan lupa lengkuas sama salamnya." "Salam?" "Salamnya di kulkas." Azkio pun gegas ke halaman untuk menjemurkan pakaian. Mentari sudah mulai meninggi dan terasa hangat menyapa kulit. Potongan pakian yang tak seberapa jumlahnya sudah rapi berjajar di jemuran. Tinggallah sesetel lagi di keranjang. Azkio menatap tak suka pakian tersebut.
9.933.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

Lemarinya tinggi, bagus dan menyatu ke tembok. “Simpanlah baju-bajumu di sana,” kata dr.Radit. Aku mengangguk. Ternyata memang jauh lebih bagus dari perabotanku di kontrakan. Aku tertawa sendiri setelah dr.Radit keluar dari kamar ini.
9.9245.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

Namun, ia teringat baju-baju kotor yang dibawanya dari rumah sakit. Terpaksa gadis itu harus mencucinya dulu. Pakaian kotor dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan bau tidak sedap dan berjamur. Mentari berjalan menuju ruangan belakang dekat dapur. Tempat biasa mencuci pakaian yang tersambung langsung dengan balkon tertutup tempat menjemur pakaian. Rencananya ia akan meninggalkan cucian itu setelah dijemur. Toh, didalam ruangan tidak akan terkena hujan atau angin. Tapi tetap mendapat sinar matahari dari genting transfaran di atas sana.
9.81.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43.5K kali sebagai jemuran baju tembok
Tampilkan Ulasan (184)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Osky Agistaragia
mba thor, kenapa koq sekarang ini cuma 1 bab sehari?! Biasanya 2 bab sehari? itupun buat kita2 masih kurang...koq ini malah dikurangi jadi 1 bab.. Tolong di tambah deh mba thor..... Mohon bisa dipertimbangkan usulan n permintaan para pembaca n penggemar mba thor...agar bisa diterima dan terealisasi
Baca Semua Ulasan
Emily'S Lover

Emily'S Lover

"Pakai dulu bajuku yang ada di atas nakas. Kau tidak ingin memakai baju penuh muntahan, bukan?" Emily membeku sejenak sebelum kepalanya bergerak cepat, menoleh ke arah nakas di samping tempat tidur. Sebuah kaos putih kebesaran terlipat rapi di sana. Dengan sedikit enggan, ia mengambilnya dan segera memakainya. Untung saja kaos itu cukup longgar untuk menyelamatkan harga dirinya.
776 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
Anak Yang Tidur Dengan Perut Lapar

Anak Yang Tidur Dengan Perut Lapar

Kadang jika tak selesai, kulanjutkan esok hari. "Anisa!" Nyonya Guntur memanggil namaku. "Sudah direndam semuanya? Dapat berapa ember besar?" tanya Nyonya Guntur ketika aku menuangkan deterjen ke dalam air rendaman. Deterjen itu adalah sabun cuci baju yang hanya bisa kutemui di rumah Juragan Guntur. Jika mencuci di rumah yang lain, aku selalu menggunakan sabun colek karena hanya itulah yang mereka sediakan.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

Rangga menatap bangunan cat kusam di hadapannya dengan senyum yang dipaksakan. Cat temboknya mengelupas seperti kulit terbakar matahari, dan ada jemuran pakaian dalam beraneka warna yang melambai-lambai ditiup angin di balkon lantai dua. "Ini... homey banget ya, Yang?" Rangga bertanya, berusaha terdengar antusias, padahal dalam hati ia sedang menghitung berapa banyak kuman yang baru saja ia hirup.
10918 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
Satu Kali Lagi, Boss!

Satu Kali Lagi, Boss!

Hanya pakaian itu yang disediakan di dalam lemari kamar mandi. Sementara di seberang sana, Pak Jeremy sudah duduk santai menggunakan jubah sutra serupa, namun berwarna hitam pekat. Aku melangkah mendekat perlahan. "Maaf, Pak. Saya hanya canggung... dan saya merasa..." "Hm... tidak apa-apa. Itu lebih baik daripada pura-pura sok tahu. Makan yang banyak, karena kamu akan butuh banyak tenaga malam ini," potongnya tenang.
292 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
Cincin Keramat: Semakin Berdosa, Semakin Perkasa

Cincin Keramat: Semakin Berdosa, Semakin Perkasa

Umurnya sudah 19 tahun, kulitnya sawo matang, tubuhnya ramping tapi berlekuk di tempat yang tepat. Gadis itu sedang berjinjit mengambil jemuran yang lupa diambil sore tadi. Baju yang dipakai hanya kaos tipis, sudah agak basah oleh gerimis, menempel di tubuhnya dan memperlihatkan garis bra serta lekuk pinggulnya. Yoga mendekat tanpa sadar. Langkahnya pelan, seperti maling yang takut ketahuan. “Emi?” panggilnya pelan.
10790 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

(Bagian A) Aku sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Bi Ramlah, aku malah berpura-pura tidak dengar dan kemudian melanjutkan kembali pekerjaanku yang sempat tertunda, aku kembali memilah pakaian mana yang ingin aku jemur. Karena aku adalah tipe orang yang menjemur pakaian secara berurutan. Celana, aku letakkan di bagian celana. Begitu juga dengan baju, aku letakkan di bagian baju. Entah kenapa aku merasa ada kepuasan tersendiri saat aku melihat jemuranku rapi dan juga tertata.
9.6236.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai jemuran baju tembok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status