Ojol Menantu CEO
Demi apa pun, aku sedikit geram.
“Bisa nggak, sih. Panggilan pak dihilangkan. Nggak suka dengernya.” Dia mengangguk? Tumben nggak protes.
“Maaf,” ucapnya. Bagus, bukankah dengan dirinya yang merasa bersalah, bisa curi kesempatan?
“Ada kosekuensi kalau mengaku salah,” tuturku. Bairakn saja, aku tahu dia akan kalang kabut, karena selalu tidak menyangka hukuman yang akan kuberikan padanya.
ตอนยอดนิยม