Susahnya Jadi Mas Joko
Ibu lalu berkata dengan suaranya yang lemah dan parau, “Ningsih, Ibu mohon, maafkan Ibu ya, Nak?”
“Untuk apa? Ibu tidak bersalah, kok,” sahutku berusaha menenangkan Ibu.
Aku berpikir. Memang Ibu tidak bersalah, toh? Malah aku sebagai anaklah yang telah bersalah, karena telah membuat sebuah aib, di mana aib itu terus membesar di dalam perutku ini.
Kata Ibu lagi, “Ini tentang Joko, Ningsih,”
Serrr..! Darahku tersirap! Sontak saja aku tercekat, dan pelan-pelan aku menoleh pada Ibu yang tengah memandangi aku dengan sorot yang penuh rasa bersalah.
Bab Populer