Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mendadak Jadi Tuan Muda Keluarga Terkaya

Mendadak Jadi Tuan Muda Keluarga Terkaya

tanya sepasang pelayan lelaki dan perempuan. “Minta sofa terbaik buat kami berdua,” ujar Josh. “Pak, ada minimal pembayaran untuk pemesanan sofa. Untuk yang terbaik minimal harus 14 juta. Disarankan bisa ke meja bar atau di kursi terpisah saja,” terang pelayan perempuan itu.
9.928.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Obsesi sang protagonis

Obsesi sang protagonis

Sisanya selain sofa empuk itu adalah kursi berbusa empuk dari ujung kiri hingga ujung kanan, sepertinya sofa dan kursi di deretan terdepan itu khusus untuk tamu besar. Fiona membawa Yerinsa untuk duduk di kursi biasa yang masih kosong, deretan ke dua dari depan, di belakang sebuah sofa merah maron. Yerinsa duduk dengan helaan napas cepat, sedikit berkeringat padahal hanya menyeberangi taman, meletakkan tas ke pangkuan dan bersandar lelah.
1017.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 584 Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Mertua Melarangku Datang Di Acara Lamaran

Mertua Melarangku Datang Di Acara Lamaran

Karena terakhir kali dia ke rumah itu, sofanya bukan ini. "Kayaknya iya deh Bu, temenku beli kemarin 17 juta!" jawab Iza. Puspa menatap sinis pada Serena ketika mendengar harga sofa itu. "Di minum, Bu, Mbak!" ucap Serena mempersilahkan. Iza dan Puspa saling tatap, dan kemudian melihat apa yang di sajikan oleh Serena. "Kita gak haus!" cetus Puspa.
1065.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.3K Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

“Kalau buat interior?” Lintang kembali melihat sekitar kedai. “Kursi belakang ganti. Terlalu kaku. Tambah sofa kecil atau bean bag. Terus kasih colokan lebih banyak. Anak kampus betah kalau bisa sambil nugas.” “Nambah wifi?” tanya Kevin lagi. Lintang mengetuk meja dengan jarinya. “Naikin kecepatannya.” Kevin mengangguk lagi. “Terus bikin satu sudut buat foto.” lanjut Lintang.
779 viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Kursi tersebut memiliki desain eksklusif dengan rangka emas, sandaran kulit hitam, dan dilengkapi bantal leher. Dengan napas tersengal, Kageo duduk di atasnya. “Aku tidak kuat berdiri terlalu lama,” katanya datar. “Mendekatlah kemari dan suapi aku dalam posisi duduk. “Maksud Tuan?” tanya Moza terperangah. “Apa aku bicara terlalu cepat?” balas Kageo, bibirnya terlihat lebih pucat. “Aku bilang suapi aku. Otot lenganku sedang lemah, tidak bisa memegang sendok terlalu lama.”
10135.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.7K Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Kutukan Kain Kafan Wasiat

Kutukan Kain Kafan Wasiat

Memang tampak gelap dan penuh dengan aura mistis. ‘Akhh, namanya juga dulu,’ Tomi seperti orang yang bisa bicara sendiri. Sudiro yang sudah menunggu akhirnya mengejutkannya. “Tomi, mari masuk!” Ajak Sudiro. “Baiklah” Di dalam rumah terdapat sajen dan sebuah kain kafan. Sekitar beberapa menit kain kafan itu terbang, dan melebarkan. Ooh dia membungkus sesuatu, Yang akhirnya di keluarkan.
9.91.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 57 Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Terjebak Cinta Tuan Duda

Terjebak Cinta Tuan Duda

"Siap, Tuan Arnold." Setelah dipersilakan masuk, Kezia segera mengambil posisi duduk di atas sofa ruang tamu. Sofa tersebut berukuran besar dan berbentuk mewah dengan warna kuning kecokelatan yang menyerupai emas. Ada bulu-bulu halus di setiap sudutnya. Bantal ditata menyandar pada lengan sofa. Arnold duduk pada sofa yang berseberangan dengan milik Kezia.
107.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 180 Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Sementara Amara melangkah menjauh sedikit dan menjatuhkan bokongnya di sebuah sofa. Sofanya empuk, berlapis kain abu terang dengan jahitan rapi yang nyaris tidak terlihat. Dudukannya rendah, sandarannya lebar—jenis sofa yang tidak memaksa duduk tegak, tapi juga tidak membiarkan siapapun tenggelam sembarangan. Nyaman dengan cara yang terkontrol. Amara menyilangkan kaki perlahan dan mengedarkan pandangannya. Lounge itu terasa tenang. Musik instrumental mengalun, seperti latar yang hanya ada agar keheningan tidak terasa kosong.
105.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 134 Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
Kepentok Cinta Mas Bian

Kepentok Cinta Mas Bian

Kini Kiandra menghela nafas lega, setidaknya ia sudah berdiri dari sofa itu, terlihat sekali jika sofa itu adalah sofa kesukaannya. "Duduklah!" dia mempersilahkan Kiandra untuk duduk di sofa yang ada di depannya bersekat sebuah meja berukuran sedang. Walaupun gugup tapi Kiandra berusaha bersikap biasa saja menghadapi pria itu. Kiandra duduk dan tangannya ia letakkan di pangkuannya dengan memilih kemeja bermotif kotak besar yang menutupi Kaos tanpa lengannya.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

Syifa menjawab, juga setengah berteriak karena gadis itu sedang berada di sudut, menyusun patung-patung. “Hah? Kata Karya?” Aku terkesiap. Aku tau pasti siapa pemilik perusahaan kontraktor itu. Keterkejutanku berlanjut saat melihat sebuah kursi santai yang empuk di dalam ruang kerjaku. “Lah, kirain Mbak Aya yang beli. Soalnya kata petugas pengantarnya, kursinya pesanan Mbak Cahaya.” Iin menjelaskan dengan kebingungannya saat aku bertanya perihal kursi itu.
9.8211.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.8K Beses bilang kain kursi sofa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status