Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KARMA

KARMA

Aku akan berusaha menerima dan mencintainya tanpa bayang-bayang Dila. "Besok kita wisata ke pantai Kuta yuk," ajak Kak Rahma. "Wah setuju tuh," imbuh Keyla. "Mama juga setuju. Kangen juga menikmati sunset di pantai kuta. Disana juga dekat dengan Discovery Shopping Mall. Ih Mama mau belanja cedera mata oke." "Gimana Sayang?" tanya Bima pada Rara. Ah, bikin gue ngiri aja Bima.
9.7204.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai kalut
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Kelana

Kelana

Giliran Lana mendekat. Lana menyapa dan mengulurkan tangan pada Caleb. Laki-laki plontos itu menjabat tangan Lana sembari menyebutkan namanya. "Halo, saya Caleb," ujarnya. "Saya Lana, Mas Caleb. Saya baru pertama ke Nirvana," terang Lana. "Ah iya, pantesan kayak belum pernah lihat," ujar Caleb ramah. "Ada yang bisa saya bantu, Kak Lana?"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kalut
Baca
+Pustaka
Cinta Terbalut Benci

Cinta Terbalut Benci

tanyanya sembari menunduk. "Batu!" jawab Ibu Medina dengan tegas. "Jangan begitu sama anak, Ma. Nanti malam kita beli pecel ayam saja ya, Nak?" Pak Raden tersenyum di balik kepiluan yang mendera hatinya. Ia merasa sedikit tersinggung dengan jawaban sang istri, satu kata tegas yang baginya seperti jarum tajam yang sanggup menembus jantung.
102.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kalut
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

“K–ketua ….” Pendekar Sabuk Maut menoleh dan memutar badan ke arah sumber suara. Nada suaranya penuh dengan kegembiraan. Kardit Masiak berjongkok. Ia menyingkap pakaian di bagian perut Pendekar Pedang Kilat. Bola matanya membulat. Jemarinya mengepal erat. Jejak telapak kaki membiru, terukir jelas pada perut Pendekar Pedang Kilat.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai kalut
Baca
+Pustaka
Kutukan Cinta

Kutukan Cinta

Mencoba menyembunyikan raut wajah dari Nenek dan Kakek yang sedari tadi menatapnya. Mau bagaimana lagi, Sudah dari sananya Ega tipe orang yang tak bisa menyembunyikan suasana hati. Wajahnya dengan mudah berekspresi. Bila sedang senang, mata coklat yang Ega miliki itu akan berbinar-binar memancarkan kebahagiaan. Senyumannya pun dengan mudah ia umbar. Namun juga sebaliknya. Bila hatinya sedang bersedih seperti sekarang, terlihat seolah mendung bergelayut di matanya. Alis tebalnya selalu berkerut, seakan ada beban berat yang sedang ia pikirkan. Ega tipe orang yang dengan mudah bisa di tebak perasaannya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai kalut
Baca
+Pustaka
My Boss My Enemy

My Boss My Enemy

Kalica nampak menarik napas sebelum menyemburkan kalimat yang sudah di ujuang bibirnya. "Bara jelek, otak udang, satu-satunya pria yang tidak berguna untuk bernapas di dunia ini! Jika kau pikir aku takut kepadamu, itu hanya dalam mimpimu, manusia jelek rupa! Kau hanya beruntung memiliki keluarga yang kaya raya. Beruntunglah kau, hartamu bisa menaikan level wajahmu nan seperti baboon itu," sahut Kallica mengebu-gebu. Kali ini Bara juga tidak tingga diam. Dia juga tidak tahan lagi mendengar ejekan Kallica sejak tadi.
1.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kalut
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

bentak si wajah tirus sembari mengacungkan belati lekuknya lurus ke arah dada Kalacitra, membawa serta angin maut yang berbau busuk belerang mentah. "Mulutmu terlampau lancang untuk seorang sisa budak darat yang sebentar lagi akan menjadi santapan babi hutan, Kebo Warang!" balas Kalacitra sembari menyentakkan selendang hitamnya ke depan, memicu letupan hawa es murni yang langsung membekukan butiran debu jalanan di antara posisi berdiri mereka menjadi kristal perak tajam.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kalut
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Ia hanya menatap kosong ke atas meja. “Lupakan segala sesuatu yang membuatmu sakit, mulailah bangkit dan tata kembali hidupmu. Kokohkan hati seperti batu karang agar ketika ombak-ombak menghantam, itu tidak akan berarti apa-apa untukmu." Kata-kata Helena menyemangati Embun. Keduanya terdiam cukup lama hingga suara Embun memecah kebisuan. “Aku akan mencobanya, Helena.”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai kalut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status