Ketika Istri Mati Rasa
Aku tersenyum manis saat mata ini bertemu pandang dengan perempuan berwajah manis yang duduk di sebelah Mas Radit.
"Barusan, Lin. Apa kabar kalian?" Mas Radit menangkupkan kedua tangan ke arahku. Lalu, menjabat tangan Bang Randu.
"Alhamdulillah, kami baik. Ini istri barunya, Mas?" Rasa penasaran mendorongku untuk segera bertanya.
"Ya, Lin. Ini ibu sambungnya Wildan."
"Rini. Apa kabar, Mbak?" Wanita yang kutaksir di bawah umurku itu mengulurkan tangannya. Aku pun membalasnya.