Menikahi Pemain Wanita
“Justru aku yang senang kamu mau tinggal di sini. Kamu tahu sendiri, mantan teman sekamarku mau nikah bulan depan. Bayar apartemen sendirian berat banget. Kalau berdua, jadi lebih ringan.”
Apartemen itu sederhana tapi bersih dan rapi. Terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu mungil dengan satu sofa panjang, dapur kecil, serta kamar mandi. Di sudut ruang, ada rak kayu berisi buku-buku bisnis dan novel ringan, juga gantungan pakaian.
“Kalau kamu perlu sesuatu, bilang aja ya,” Ani membuka pintu kamar kosong yang kini jadi milik Arisa. “Kamar ini belum banyak diisi, tapi kasur dan lemari sudah ada.”
Hot Chapters