Kasih Tak Sampai
"Pura-pura mati lagi? Isla! Isla?"
Suaranya semakin dekat. Aku mengulurkan tangan mencoba meraih sesuatu sebagai penopang, tetapi tak bisa menggenggam apa pun.
Sebelum aku kehilangan kesadaran sepenuhnya, pikiran terakhirku adalah hari itu, tubuh kakakku penuh luka, tetapi tak ada satu pun bekas cakaran.
....
Dalam mimpi, seseorang memanggilku, "Isla."