Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

"Keluar Kamu dari rumah saya!" bentak seorang pria paruh baya sambil menatap nyalang ke arah putrinya. Gadis itu menangis histeris. Air matanya tak mau berhenti membasahi pipi putihnya, yang kini bersemu merah karena sempat menahan tangis. "Maafin Mila, Ayah. I-ini bukan kemauan Mila,” jelasnya, masih tersedu-sedu. " Saya tidak mau nama baik keluarga ini tercoreng, dari sekian banyak keluarga besar ayah, satu pun tak ada yang muka tembok seperti kau! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga, jangan buat saya merah padam, paham! " Tunjuk sang ayah kepada Mila yang sedari tadi, menangis histeris di bawah kakinya. Mila kemudian menoleh ke arah wanita paruh baya yang hanya diam sembari menangis, wanita itu syok mendengar kabar bahwa anak semata wayangnya tengah mengandung. Padahal putrinya itu masih bersekolah dan tak pernah terlihat dekat dengan lelaki mana pun. Orang tua mana yang tak akan kecewa bila anaknya melakukan hal menjijikkan seperti itu. "Bunda ... dengerin Mila, Bun. Mila gak salah, i-ini kesalahan.” Mila menunduk dalam, hingga air matanya berjatuhan ke lantai. Wanita yang dipanggil bunda itu hanya diam tak mampu berkata-kata. Ia sangat syok mendengar kabar mengejutkan yang menimpa putrinya, ia bahkan tak tahu harus bereaksi seperti apa. Kekecewaan sudah terlanjur memenuhi hatinya. "Mau membela diri lagi? Sekarang juga, angkat kakimu dari rumah saya. Cepat!"
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Wanita Lain Di Buku Nikah Suamiku

Wanita Lain Di Buku Nikah Suamiku

Jingga Amelia
Duniaku seakan hancur ketika dengan tak sengaja menemukan sebuah buku nikah suamiku di dalam tas kerjanya ketika ia baru saja pulang dinas luar kota selama satu bulan. Terpampang jelas wajah suamiku dan wanita tanpa hijab dengan lesung pipi menghiasi wajahnya. Rambutnya lurus sebahu, tergerai dengan sebuah jepit kecil dirambut ujung kanan. Aku berusaha mengingat siapa wanita yang ada di dalam buku nikah ini, tapi aku sama sekali tak bisa mengingatnya. Teringat jelas satu bulan yang lalu ketika Mas Naufal meminta ijin padaku untuk dinas luar kota selama satu bulan. Akupun tak mempermasalahkannya karena ini merupakan suatu kegiatan rutinnya ketika bekerja pada suatu perusahaan di kota Y. Ia akan sering dinas luar kota untuk meninjau proyek yang ada di sana. Saat ini Mas Naufal menduduki posisi sebagai pengawas pada sebuah perusahaan konstruksi, membuatnya sering meninggalkanku sendiri di rumah ketika ia tugas di luar kota. Dengan jabatan itulah ia bisa menghidupiku secara layak dan sangat kecukupan, membuatku sangat beruntung memiliki suami sepertinya. Dalam buku nikah yang kutemukan tersebut tertulis sebuah nama Atha Hafidz Alfarezy dengan Kirani Cahya Dewi. Namun tunggu, bukankah nama suamiku adalah Ghibran Naufal Rizal. Tapi kenapa wajahnya sangat mirip? Dan kenapa pula buku nikah ini bisa ada di dalam tas kerja Mas Naufal?
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Suck Me Harder, Mr. Bodyguard! (INDONESIA)

Suck Me Harder, Mr. Bodyguard! (INDONESIA)

Ivanna tak menyangka, Jax Alister, pria yang ia sewa sebagai bodyguard ternyata merupakan seorang makhluk pengisap darah yang memiliki tujuan khusus untuk menangkap makhluk lycan yang ternyata adalah tunangan Ivanna, Damon. Namun, perlahan hubungan Ivanna dan Jax tak lagi sebatas pengawal dan nona. Ivanna merasakan perasaan berbeda setiap kali berada di dekat Jax, begitu pun sebaliknya, karena Jax merasa Ivanna adalah gadis yang ia sukai sejak lama, yang terlahir kembali dan ia mengikuti gadis itu di setiap reinkarnasinya. Sayangnya, kisah cinta Ivanna dan Jax tidak semulus yang mereka harapkan saat satu per satu masalah datang menerpa Ivanna, dimulai dari putusnya pertunangan antara dirinya dan Damon, lalu ia menjalin hubungan dengan Kay Lee kawan yang sudah sejak lama menyukainya yang ternyata merupakan seorang pecandu sekaligus memiliki masalah emosi dan kelainan seksual. Satu hal yang paling mengerikan bagi Ivanna adalah ketika ia tahu bahwa dirinya menderita kanker darah, kehidupannya seolah runtuh di bawah kakinya dan Jax selalu berusaha ada dan menemaninya melalui semua ujian hidupnya. Keduanya tak menyangka, cinta menyapa dan mengharuskan Ivanna untuk menjadi bagian dari Jax karena banyak yang menginginkannya dan Jax harus memilih apakah akan mengubah Ivanna menjadi sepertinya, atau mempertahankan gadis itu sebagai manusia, tetapi dengan risiko menderita dan mati karena penyakitnya.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
My Lady, Jadikan Aku Milikmu

My Lady, Jadikan Aku Milikmu

Bibir itu terlihat begitu lembut dan berwarna merah merona alami seperti memanggil-manggil perhatiannya.  Tanpa sadar, jemari Randy terulur perlahan, menyentuh bagian bawah bibir itu dengan sentuhan yang sangat ringan juga penuh keraguan.  Rasanya halus, lembut, dan hangat terasa di ujung jemarinya.  Dengan tarikan napas yang terasa berat, seperti mengumpulkan seluruh keberanian yang dimiliki, Randy mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir itu sekilas.  Sentuhannya terasa begitu segar dan lembut, meninggalkan sensasi yang membuat dadanya terasa berdebar kencang.  Rasa itu justru membangkitkan keinginan yang lebih besar dalam dirinya. ‘Aku ingin mengulum bibir itu lagi, lebih lama, dan lebih dalam lagi.’  Apalagi ketika dia merasakan bibir lembut itu perlahan bergerak dan membalas ciumannya dengan lembut pula. Bibir manis yang menyambut kehadirannya.  Dunia terasa berputar sebentar, Randy merasa dirinya melayang. Hingga akhirnya memaksakan dirinya membuka mata perlahan dan menjauhkan wajahnya sedikit. Sekadar menarik napas supaya bisa melanjutkan ciuman itu lagi.  Namun, begitu pandangannya menjadi jelas, matanya langsung membelalak lebar. Jantungnya terasa melompat ke tenggorokan. “Nyonya?!” Di hadapannya berdiri sosok Felicia. Rambut panjangnya tergerai bebas menutupi sebagian bahunya, yang terbuka. Wanita itu terlihat begitu berbeda dari penampilan kesehariannya yang rapi juga anggun. Seakan tak rela jarak itu terbentuk, tangan Felicia perlahan terangkat, hendak meraih wajah pemuda itu.  Begitu jemarinya berhasil menyentuh pipi Randy, tubuh Felicia perlahan bangkit mendekat. Dan kali ini, giliran dia yang mengambil alih, mendekatkan wajahnya. Dia ingin membalas sentuhan itu dengan lebih berani.  “Nyonya?!”
10193 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan

Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan

Demi menebus penyesalannya dengan cinta pertamanya, suamiku berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya mampu melihat rentang hidup setiap orang. Dia mengatakan bahwa aku masih memiliki masa hidup selama 60 tahun, sedangkan cinta pertamanya hanya punya tujuh hari lagi. Jadi, selama tujuh hari itu, dia ingin memenuhi janji yang pernah dibuatnya dengan cinta pertamanya ketika mereka masih muda. Dia membawa cinta pertamanya pulang dan merawatnya secara pribadi. Ketika mereka kembali ke kampus untuk bernostalgia dan saling jatuh cinta lagi, aku tidak membuat keributan. Ketika dia menyatakan cinta kepada cinta pertamanya, lalu mengadakan resepsi pernikahan termegah seabad dengan aku sebagai pengiring pengantinnya, aku juga tidak protes. Hingga akhirnya, dia hendak menembus batas terakhir di antara pria dan wanita dengan cinta pertamanya di kamar pengantin kami. Dengan rasa bersalah di mata, pria itu memohon padaku untuk pindah dari kamar kami. Para pembantu di rumah menertawakanku, tetapi aku hanya tersenyum dan mengangguk setuju. Kemudian, aku mengemasi barang-barangku dan pindah ke kamar tamu di sebelah bersama anak kami. Melihatku berperilaku sepatuh biasanya, suamiku berlinang air mata dan berujar, "Aku janji, ini terakhir kalinya aku membuatmu menderita. Begitu Rina meninggal, aku akan tebus semua ini padamu." Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah menyadari kebohongannya sejak awal. Dia juga tidak tahu bahwa orang yang sebenarnya menderita kanker dan hanya punya tujuh hari untuk hidup adalah aku. Tiga hari lagi, aku akan mati.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

Pesona Istri Bayaran 100 Miliar

“Kenapa ini? Kenapa rasanya tidak nyaman begini?” gumam Bea dengan suara semakin serak dan lemah. Nigel berjongkok tepat di depan Bea yang bergerak tak tenang. Sebelah alis Nigel terangkat, ia memperhatikan wajah Bea yang semakin memerah. Melihat gelagat tak normal dari tubuh Bea, Nigel pun langsung paham apa yang terjadi kepada wanita cantik itu. “Ternyata kau pun menggunakan cara murahan ini untuk memikat saya,” decih Nigel sinis, “jika bukan untuk membuat wanita parasit itu marah dan kesal, kau tidak akan memiliki kesempatan masuk ke kamar ini. Jadi tidak usah bermain trik murahan ini dengan saya, atau saya lempar kau ke kandang singa saat ini juga. Berdiri dan jangan bertingkah!” desis Nigel memperingati Bea. “Aah!” Nigel terkejut ketika Bea tiba-tiba menarik dasinya. Pria itu sempat terhuyung, sehingga harus menopang tubuhnya dengan tangan di lantai. Dengan posisi itu mata coklat muda milik Nigel beradu tatap begitu dekat dengan sepasang mata hijau Bea. Beberapa detik Nigel diam, seakan terhanyut oleh sinar mata hijau bak danau milik model cantik itu. “T-tolong saya, Tuan. Jangan sakiti saya, tolong antarkan saya pulang. D-dia, pria itu brengsek.” Bea berceloteh tak jelas dengan suara parau menahan lenguhan. Tubuhnya semakin tidak nyaman, bahkan ia terus menarik-narik tali gaun seksinya. “Aah, saya tidak nyaman. Ini panas sekali, tidak nyaman.” Nigel menggeram. Ia mencengkram pipi Bea dengan tangannya. “Saya sudah peringatkan, jangan bermain trik dengan saya. Kau sangat berani sekali. Orang yang lancang sepertimu ini kemarin berakhir tanpa kepala, apa kau juga ingin menyusul?” desis Nigel.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Mengejar Restu Tuhanmu

Mengejar Restu Tuhanmu

Aisah Amanda
Di Bandara..... "aku dan kamu berbeda, Rin, kita berdua hanya di takdirkan untuk saling mencintai, tapi tidak saling memiliki." ucap Zeyna yang mengucapkan salam perpisahan pada Rin di hadapan pria itu secara langsung. "kalau begitu, biar aku yang mengubah takdir itu, aku akan mengubahnya demi dirimu, Zeyna." ucap Rin. Zeyna menggelengkan kepala nya sebagai jawaban untuk Rin agar berhenti. "cukup Rin, jangan sakiti dirimu lebih jauh lagi, pertemuan kita, murni sebuah takdir untuk sebuah pengalaman saja, bukan untuk bersama. kau milik tuhanmu, dan aku milik tuhanku, kau tidak bisa merebutku dari tuhanku, begitupun denganku." Rin ingin memegang tangan Zeyna, tapi dengan sigap Zey mundur dan menghindari Rin. Zeyna tersenyum, "senang bisa berkenalan dengan mu Rin, dan terima kasih sudah mencintaiku dengan tulus." Zeyna berbalik manarik kopernya dan pergi meninggalkan Rin. air mata terus membasahi pipi Zeyna, kepergiannya sungguh membuatnya sangat sakit. tapi jika terus menetap, maka rasa sakitnya akan sangat luar biasa. ***** Zeyna Arsyilla Savina, seorang wanita muslimah dengan paras cantik dan anggun. menyukai hal hal baru, seperti tempat tempat baru. Zeyna seorang gadis penuh dengan petualangan. sampai di mana dia memilih merantau ke tempat kakak ayahnya, di jepang, harinya berjalan dengan sangat baik, memiliki teman teman yang baik, dan lingkungan yang baik. tapi semua itu perlahan terbatasi saat dia bertemu dengan seorang pria bernama, Rin Kiyotaka. pria yang berhasil mengetuk pintu hatinya akan tetapi, dinding yang sangat sangat besar menghalangi cinta mereka. Akankah Rin dan Zeyna bersama? atau mereka lebih memilih untuk berpisah dan memendam cinta mereka dalam dalam, dan mengikuti alur dari keluarga masing masing?
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Menyerahkan Diri Untuk Pernikahan Seharga 5 Juta

Menyerahkan Diri Untuk Pernikahan Seharga 5 Juta

Pada hari keluarga kami runtuh, aku menarik ayahku turun dari atap gedung. Para penagih utang mengepung di depan pintu, menggunakan ibu yang sudah stadium akhir kanker paru-paru untuk mengancamku, memaksaku melunasi utang judi ayah sebesar lima juta dolar dalam waktu tiga hari. Aku berbalik dan menyetujui lamaran bos mafia Lorenzo dari Keluarga Witaria. Syaratnya, aku ingin lima juta dolar. Di ujung telepon, dia terdiam selama tiga detik, lalu tertawa pelan, "Sepakat." Lorenzo adalah mantan sekutu ayahku, pewaris Keluarga Witaria. Kami sudah berpacaran selama tiga tahun, aku kira dia mengerti kesulitanku. Namun baru setengah tahun setelah menikah, dia membawa seorang wanita bernama Ainslie pulang ke rumah. Aku bahkan belum sempat bicara, sebuah perjanjian pranikah dilempar ke wajahku. "Jangan lupa posisi kamu. Bukankah dulu kamu menjual seluruh hidupmu padaku seharga 5 juta dolar? Dengan harga itu, cukup untuk membeli seumur hidup kamu tunduk dan merendah, bukan?" Aku mengepalkan tangan, Kukuku menancap ke daging dan aku tak mampu membantah. Sampai suatu hari penyakit ibu kambuh, tagihan obat di rumah sakit selalu kurang 500 dolar. Di telepon, dia berkata dengan suara dingin, "Kamu ini ketagihan jadi perempuan matre ya?" Di saat yang sama, dia menghabiskan 50 juta dolar untuk membeli kalung bagi Ainslie. Untuk merayakan bahwa Ainslie memberikan malam pertamanya kepadanya. Perawat mendorong pintu untuk ketiga kalinya, "Nona, biaya obat Anda ...." Aku tersenyum tipis, lalu menyetujui permintaan Ainslie. Aku memulai siaran langsung, mengumumkan ke publik bahwa aku tidak pernah mencintai Lorenzo. Pernikahan yang dibeli seharga lima juta itu, juga sudah waktunya berakhir.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kanker pipi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
8910111213
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status