Limerence
Caca merasa dadanya seolah ditikam benda tajam, ada rasa pedih bertubi-tubi mengingat Minggu besok kakaknya akan menyematkan cincin ke jari perempuan lain.
Selama ini dia pikir kakaknya tidak memiliki hubungan dengan siap pun, sampai malam itu mengatakan sudah menemukan tambatan hati.
Terdengar helaan napas panjang di seberang. "Oke, Mama maunya kamu menginap, ya."
"Semoga Caca bisa ya, Ma," ujar Caca mulai merasa tidak nyaman.
Caca ingin menyudahi topik paling menyakitkan ini. Mana mungkin siap melihat kakaknya tertawa bersama perempuan lain hingga usai acara. Niatnya hanya akan setor muka, terus pulang secepatnya.
ตอนยอดนิยม