Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Menjadi Ibu Dari Tokoh Antagonis

Aku Menjadi Ibu Dari Tokoh Antagonis

Dalam kehidupannya yang dulu, duduk di lantai tanpa alas sudah menjadi hal yang biasa baginya. Tak lama kemudian, Emi kembali bersama seorang pelayan lain sambil membawa segulung karpet. Dengan cekatan, mereka membentangkan karpet tebal berbulu lembut itu di atas lantai marmer. “Nyonya dan para Tuan Muda sekarang bisa duduk di sini,” ucap Emi setelah selesai, lengkap dengan senyuman sopan. Pada akhirnya, Seana hanya bisa menuruti aturan di rumah ini. Ia pun mengajak si kembar beserta mainan mereka untuk duduk bersama di atas karpet berbulu yang hangat tersebut.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai karpet jaman dulu
Baca
+Pustaka
Wanita yang dia lepaskan

Wanita yang dia lepaskan

Sejak awal, ia tidak tertarik pada apa yang dilakukannya, apa yang dipilihnya, atau siapa dirinya. Dia menyingkirkan selimut dan melangkah ke lantai parket yang dingin. Tidak ada karpet. Alexandre tidak suka karpet. "Karpet memerangkap debu," katanya. Dia sudah lama menyerah mencoba menjelaskan kepadanya bahwa karpet itu lembut, hangat, dan nyaman. Dia tidak suka apa pun yang lembut. Dia tidak suka apa pun yang hangat. Dia hanya menyukai hal-hal yang bersih, steril, dan terkendali.
541 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai karpet jaman dulu
Baca
+Pustaka
MEMBALAS MANTAN SUAMI DENGAN KESUKSESAN ANAKKU

MEMBALAS MANTAN SUAMI DENGAN KESUKSESAN ANAKKU

Aldo tertawa melihat tingkah laku Aisyah, lalu Aisyah mendekati Aldo dan menunjuk karpet bulu bermotif itu, dia bertanya. "Kok ini karpet warnanya bisa berubah ubah dilihat dari 4 arah?" tanya Aisyah heran. "Opa yang beli, bagus ya, karpet 4 dimensi?" Aisyah mengangguk. "Kamu mau lihat mainanku? Opa beli banyak untukku, kamu pasti suka, yuk, kita lihat," ajak Aldo. Aisyah melihatku meminta persetujuan, aku mengangguk dan menasehatinya untuk tidak nakal.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 791 kali sebagai karpet jaman dulu
Baca
+Pustaka
Selangkah Berjejak

Selangkah Berjejak

Hal itu karena ia terbuat dari plastik tahan air. Karpet berwarna merah tua ini merupakan karpet serbaguna yang biasa digunakan untuk shalat maupun sarapan, makan pagi maupun makan malam. Kami telah membentuk lingkaran bersiap menikmati sarapan pagi bersama. Kay sudah bisa mengondisikan posisi duduknya.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai karpet jaman dulu
Baca
+Pustaka
Hati Untuk Presdir

Hati Untuk Presdir

Sebuah kamar yang sangat luas untuk seorang Alya Khairunnisa. Kamar itu menggunakan karpet beludru berwarna hijau yang sangat empuk dan halus. Alya bahkan merasa sangat nyaman hanya dengan duduk melantai. Ia lalu mulai merapikan pakaian-pakaiannya yang masih di dalam koper.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai karpet jaman dulu
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

dari Azura, bayangan di kepalanya jadi makin liar. Karpet: Monster lumut hijau gelap. Tiap dia geser, bulunya rontok berceceran di lantai. Ada lubang gelap di wajahnya. Kipas angin: Laba-laba warna cokelat karatan. Kakinya tipis bisa muter-muter. Pshh! Alat pengharum otomatis yang nempel di tiang masjid tiba-tiba nyemprot. Dimas tersentak.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai karpet jaman dulu
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

"Dan lampu kristalnya... aku ingin model vintage dari Italia." Livia mengangguk setuju sambil menarik sebuah mantel musim gugur yang elegan. "Kita juga harus mencari karpet Persia baru. Karpet di aula sudah tidak bisa diselamatkan dari noda darah Beruang Besi semalam." Aku menghela napas panjang, memijat pangkal hidungku. Tiran yang semalam membelah peluru tank dengan tangan kosong, pagi ini harus menyerah di bawah tirani daftar belanjaan.
9.8219.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai karpet jaman dulu
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Teguh Imam
sebenernya bagus sih crita awalnya karena kesetiaan kepada Amanda istri sahnya tp semakin lama critanya menyimpang dari seharusnya..ayah mertua yg seharusnya melindunginya malah menggagahi Amanda menantunya sendiri,sedangkan Rey suaminya malah selingkuh..aku harap Rey bisa berubah tetap pada Amanda
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Penakluk Dunia

Penakluk Dunia

Karena rumput spiritual itu tidak berpengaruh padanya, dia tidak merasa perlu untuk menyimpannya sehingga muncullah suatu ide, yaitu membuat karpet dari rumput spiritual. Dengan karpet seperti itu, akan ada beberapa akibat yang bisa diraih. Pertama tentu memperindah kediaman sang penguasa. Berikutnya, itu untuk meningkatkan reputasi kekayaan sekaligus melambangkan kekuatan milik Klan Ye. Dan yang terakhir adalah tujuan pribadinya, yaitu pamer kepada orang-orang yang masuk lingkaran dalam. Orang-orang di lingkaran dalam itu tentu saja mengacu kepada orang-orang yang mengetahui keberadaannya.
9.8443.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.0K kali sebagai karpet jaman dulu
Tampilkan Ulasan (181)
Baca
+Pustaka
Jimaro Chan
welcome back, Senior Ye. akhirnya hadir kembali setelah sekian lama, dan memberi kejutan besar tentang dalang pembantaian di Benua Utara. ceritanya makin rumit dan kompleks. Semangat tuk terus berkarya, Senior Ye....
Embunayu
Hai kak.. ijin perkenalkan novel saya ya.. menceritakan tentang pangeran yang lemah masuk dalam dunia beladiri, sihir, penyelidikan jati dirinya dan cinta Berjudul " Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api " silahkan mampir
Baca Semua Ulasan
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Katanya lagi. Ia sudah merasa direpotkan karena membawa karpet itu dengan motornya. Lagi - lagi sang Ibu tidak dapat memaksanya. Tapi akhirnya karpet itu ada gunanya juga. Kirana bangun saat azan subuh berkumandang dari ponselnya. Ia bangun dan ke kamar mandi mengambil air wudhu.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai karpet jaman dulu
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dalam sekejap, aroma yang segar dan lembut langsung memenuhi indra penciumannya. Dalam sekejap, Ewan merasa seluruh kelelahan di tubuhnya sirna dan pikirannya terasa ringan dan lapang. "Ini ... brokat sutra!" Ewan terkejut. Brokat sutra telah memiliki sejarah lebih dari 2000 tahun. Bahan dasarnya adalah benang sutra dari ulat sutra yang sangat langka dan bernilai tinggi. Proses pembuatannya pun rumit dan efisiensinya rendah. Karena itu, di zaman kuno ada pepatah yang mengatakan, "sejengkal sutra, sejengkal emas".
9.61.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.6K kali sebagai karpet jaman dulu
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status