ISTRIMU TERNYATA SULTAN
sapa Berlin sambil tertawa canggung.
"Pagi, Mbak Berlin," Bu Tejo memicingkan mata, melihat karpet raksasa di dalam rumah. "Itu karpet dari Arab ya, Mbak? Kok tebel bener? Bisa buat alas gulung martabak tuh."
"Oh, ini... ini karpet lungsuran dari tetangga, Bu!" bohong Berlin cepat. "Kebetulan orang tua saya lagi... uh, bongkar gudang. Iya, bongkar gudang! Kasihan barang bekasnya dibuang, jadi dibawa ke sini."