Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Bahkan, beberapa bunga sakura artificial yang terlihat begitu nyata sampai-sampai salah satu pengawal pribadi yang sudah bertahun-tahun bekerja untuknya sempat mendekat, menyentuh kelopaknya dengan hati-hati, dan bertanya pada pengawal lainnya dengan berbisik, “Ini… perlu disiram, Tuan?” Nora hanya tertawa mendengarnya. Lorong panjang menuju dapur, yang dulu hanya ada lantai marmer dingin, kini dipenuhi karpet motif Persia yang lembut. Sesuatu yang pernah Dirga larang dengan tegas di masa lalu, karena menurutnya karpet adalah sarang debu dan merepotkan untuk perawatannya. Tapi begitu melihat Nora berjalan di atasnya dengan kaki telanjang, menggulung ujung karpet sambil tersenyum puas, Dirga
106.2K viewsCompletedAdded to Library 203 Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Si gadis lalu menarik Giandra masuk ke dalam ruangan. Lantai ruangan ini beralaskan karpet warna biru langit. Dinding-dindingnya terbuat dari perak. Pada bagian langit-langitnya terbuat dari bahan emas murni, dan di tengah langit-langit itu ada gambar timbul berupa ular raksasa bertaring panjang yang tubuhnya melingkar.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

sapa Berlin sambil tertawa canggung. "Pagi, Mbak Berlin," Bu Tejo memicingkan mata, melihat karpet raksasa di dalam rumah. "Itu karpet dari Arab ya, Mbak? Kok tebel bener? Bisa buat alas gulung martabak tuh." "Oh, ini... ini karpet lungsuran dari tetangga, Bu!" bohong Berlin cepat. "Kebetulan orang tua saya lagi... uh, bongkar gudang. Iya, bongkar gudang! Kasihan barang bekasnya dibuang, jadi dibawa ke sini."
10975 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Hanya ada beberapa perkakas di dalamnya, salah satunya adalah dipan tua dari bambu yang dilapisi kasur kapuk tipis yang sudah terlihat usang. Lantainya pun bukan tanah, melainkan cor-coran semen yang dilapisi karpet anyaman daun pandan. Karpet itu sudah berubah warna menjadi hijau kecoklatan, tanda usia yang tak lagi muda. Orang-orang di desa biasanya menggunakan karpet semacam ini untuk memandikan atau membaringkan jenazah. Hal itu menambah kesan aneh sekaligus mistis dari tempat ini, terutama di mata Pak Ahmad yang duduk gelisah. Mbah Bejo, dengan gerakan santai, duduk bersila di atas anyaman karpet daun pandan sambil menatap Pak Ahmad lekat-lekat. Pandangannya tajam, seperti mencoba menem
9.751.1K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Aku pun sedikit takjub dengan ruangan di dalam rumah itu, sebuah ruangan yang sangat panjang dengan alas yang terbuat dari batu yang berkilau berwarna hitam yang memantulkan cahaya kemerah-merahan ketika cahaya obor yang ada di dalam ruangan itu tiba-tiba menyala dengan sendirinya. Juga, sebuah karpet yang ditata secara rapi terbuat dari kulit hewan yang memanjang hingga ke ujung dengan ruangan ini terlihat olehku. Bulu-bulunya sangat halus, entah dari hewan apa karpet-karpet itu. Yang pasti, ketika tubuhku terseret, aku merasakan rasa lembut yang luar biasa ketika bulu-bulunya menyentuh kakiku.
10126.6K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as karpet jaman dulu
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Gadis Penyelamat sang Alpha

Gadis Penyelamat sang Alpha

Mereka menaiki tangga untuk menuju ke pintu, pintu depan rumah itu cukup besar dan terasnya dipagari dengan marmer yang mahal. Kakek mereka sangat kuno, namun ia memiliki selera seni yang sangat tinggi, ia mirip dengan buyawan! Ketika mereka membuka pintu rumah itu, karpet merah panjang terbentang. Karpet itu dipasang, hingga tangga naik menuju ke lantai dua. Di ruang tamu, mereka bisa menemukan lukisan-lukisan kuno dengan harga yang fantastis. Guci dan keramik yang terpajang di atas rak kayu yang diplitur.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
SULTAN DESA

SULTAN DESA

Dia kagum pada pemuda itu karena sudi menolong perempuan yang pernah menolak cintanya mentah-mentah. "Kita harus beli karpet," kata Gilang setelah tamu-tamu pulang. "Aku tidak enak melihat mereka duduk di lantai. Mereka masuk angin aku nanti kena complaint suaminya." "Kamu bisa beli di toko depan." "Aku sudah lihat, kurang bagus bahannya." "Aku sudah bilang jangan bandingkan dengan karpet di rumahmu." "Aku sudah tidak punya rumah. Aku hanya ingin karpet yang lebih bagus sekalian buat aku tidur."
1014.0K viewsOngoingAdded to Library 475 Times as karpet jaman dulu
Show Reviews (3)
Read
+Library
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Read All Reviews
Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Oh andai di rumahku nanti memiliki karpet seindah ini. Lalu terbayang aku bermain bersama anakku, mendongeng sambil tiduran. Atau bercengkrama bersama Ibu dan Lina juga Mas Agi, ah pasti menyenangkan sekali. “Ehem-ehem … ada yang ngelamun, nih!” Aku terperanjat sementara Ayu cekikikan dengan jarak sejengkal di depan mukaku. “Karpet-karpet itu sudah tidak terpakai. Kalau kalian mau boleh diambil,” Madam Hindun menunjuk karpet-karpet yang tadi digulung. Aku bengong, ini maksudnya apa?
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 544 Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Whiteller sambil menunjuk dua pilihan karpet di depannya—satu abu-abu lembut dengan tekstur minimalis, dan satu lagi berwarna krem dengan pola klasik. Emily menatap kedua karpet itu dengan cermat. Ia berjalan mendekat, menyentuh bahan dari masing-masing karpet, mencoba membayangkannya dalam sebuah ruangan. "Menurut saya, yang abu-abu memiliki kesan modern dan netral. Cocok jika Anda ingin menjaga ruangan terlihat bersih dan minimalis. Tapi, yang krem memberikan kesan lebih hangat dan nyaman. Tergantung suasana apa yang ingin Anda ciptakan, Tuan."
2.0K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
TWIN PRINCE: Siapa Pangeran Gadungan Ini?

TWIN PRINCE: Siapa Pangeran Gadungan Ini?

Berbeda dengan anak lusuh di sana, yang bahkan kebingungan dengan jati dirinya sendiri saat ini. Yuno memperhatikan sekeliling ruangan. Sebuah karpet raksasa yang memanjang di tengah ruangan, ini jelas bukan dibuat dari bulu-bulu murahan, serta harga upah menjahitnya saja mungkin setara penghasilan ayahnya selama lima tahun. Lalu tiga buah singgasana yang berderetan di depan matanya, benar-benar tahta yang terlihat sangat nyaman untuk di duduki. Dari depan sana seseorang pasti bisa melihat jelas betapa banyak orang yang tunduk di hadapannya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as karpet jaman dulu
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status