Bara Dendam Sang Prabu Boko
"Lihat, Guru. Mereka semua kocar-kacir. Kita berhasil menghentikan pertumpahan darah yang seharusnya hari ini menghabiskan kedua pihak, sesuai keinginan Ratu. Apakah ini cukup?"
Wiku Sasodara tersenyum, senyum yang tenang dan penuh makna, namun matanya memancarkan kedalaman pengetahuan yang kuno, seakan melihat ribuan tahun sejarah Medang. "Keinginan Ratu... dan belas kasih alam semesta. Angin ini, Amasu," Ia berhenti sejenak, membiarkan sehelai rambut panjangnya yang kelabu tertiup pelan oleh Pawana Sengkala yang kini tinggal bisikan halus. "Angin ini tidak bertujuan menghancurkan dengan kejam. Ia tidak menyakiti dengan niat buruk atau dendam. Ia hanya bertujuan memisahkan, mengurai kekacau
Hot Chapters