Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

Seolah beban yang menyesakkan dada bisa melayang bersama angin. "Aslan, kenapa kita nggak ke bagian yang terbuka aja?" tanyaku, menunjuk bagian atas menara. "Bahaya, San. Anginnya terlalu dingin. Kamu bisa masuk angin meski pakai jaket tebal. Nikmati dari sini aja," jawabnya dengan nada tenang. Aku mengangguk. Mataku menelusuri sekeliling, hingga ingatanku melayang ke film Rush Hour 3. Aku terkekeh pelan.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Istriku Hanya di Atas Kertas

Istriku Hanya di Atas Kertas

Bab 43 – Jantung Helios Langit di atas Gurun Kazakhstan berdenyut seperti nadi logam yang hidup. Kilatan dari ribuan satelit Helios menembus atmosfer, membentuk aurora buatan yang berwarna keemasan dan ungu. Angin padang pasir berhembus kering, membawa aroma ozon dan logam terbakar. Di bawah langit itu, Aurora berjalan perlahan, setapak demi setapak, bersama Rayden di sisinya.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

“Mmhh!” Nafas Elira lolos saat Cassian terus berusaha membuatnya membuka bibirnya. Dengan pelan, pria itu berusaha mengimbangi Elira yang terlihat kewalahan dari tempo miliknya. Nafas mereka berpadu, bersama angin malam di istana selatan terasa lebih hangat dari biasanya. Angin laut berhembus pelan melalui jendela yang sedikit terbuka, membawa suara ombak yang menenangkan. Cahaya bulan masuk dengan lembut, menyelimuti ruangan dalam nuansa keperakan yang tenang.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
WHO?

WHO?

Karna mereka sedang berlibur ke pantai, jadi angin pantai saat malam hari lebih kencang dari yang biasanya. Aera yang menerima sikap manis kekasihnya itu tersenyum dan memeluk lengan Aaron sambil bersandar di pundak kekasihnya itu. Sesaat sebelum Aera mengatakan kejadian yang sedang ia alami, Aera menikmati bersandar dipundak kekasihnya sambil memejamkan mata menikmati semilir angina yang menerpa wajahnya. Aera sedikit takut untuk menceritakan ini ke kekasihnya dan teman-temannya. Tapi ia tidak akan sanggup jika harus menahan sendiri. Sampai pada akhirnya Aerapun disadarkan oleh senggolan Gabriel di kakinya dan melihat kode yang Gabriel berikan untuk segera bercerita.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

"Rasakan angin. Jangan melawan. Jangan kendalikan. Hanya rasakan." Cakra menutup mata dan segera ia merasakan perbedaan dari meditasi biasa. Angin ini... hidup. Setiap hembusan membawa informasi tentang suhu, tekanan udara, kelembaban, bahkan emosi langit itu sendiri. "Angin adalah napas langit," suara Dewi Laut bergema meski ia berdiri jauh. "Awan adalah tubuh langit. Petir adalah jantung langit. Hujan adalah air mata langit. Dan kau, Pengendali Awan, harus memahami semua aspek ini."
10812 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Misi Legenda Pedang

Misi Legenda Pedang

[Kalahkan Hangkasa, Monster Kadal bersayap yang memiliki semburan api] Pertarungan tak bisa dihindari lagi, kadal raksasa itu bahkan setinggi gedung bertingkat lima. Hangkasa bahkan bisa terbang, dan membuat energi tekanan yang kuat sebagaimana angin topan yang diciptakan dari kedua sayapnya. Woosshh!
9.929.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Arsa yakin ini lebih daripada cukup untuk menghalau musim panas tak wajar. Tujuh butir mata air surga itu ia susun didepannya. Arsa memejamkan mata, ia datangkan angin dari mana saja walau terasa hangat. Angin itu membantu mata air surga berpendar ke seluruh penjuru dunia yang sedang dilanda panas terik.
1028.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 635 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Dia merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi disana. Dari atas langit yang gelap muncul pusaran angin awan hitam pekat bergulung membentuk angin puyuh. Ujung dari angin puyuh hitam keunguan itu mendarat di dada Asoka. Bersamaan dengan itu, kedua mata Asoka pun terbuka dan menyala ungu terang.
8.962.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA KU

ISTRI KEDUA KU

POV NUKA *********** Aku berdiri di atas sajadah. Memulai salat taubatku. Baru selesai takbiratul ihram. Angin kencang menerpa tubuhku. Angin yang masuk melalui jendela rumah ini begitu kencang hingga menggoyahkan kedua kakiku. Aku merasa tidak kuat. Dengan terpaan angin yang seperti badai ini. Rasanya, aku akan menghentikan saja salatku ini.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Dewa Perang

Reinkarnasi Dewa Perang

Usianya sebagai seorang penempaan saluran jiwa bahkan belum genap satu minggu. Dengan keadaan itu, melawan burung Kasmiri jelas bukan perkara mudah baginya. Burung itu mengepakkan keempat sayapnya sekaligus, menghasilkan angin topan yang langsung menghempas ke segala arah. Jagad dan Rio sigap berdiri di depan, melindungi Kinasih dan kusir tua yang berada di belakang. Tubuh mereka berdua bergetar menahan hempasan angin yang mengamuk sekuat badai.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai kasur angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status