Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Kata Gita. “Iya, kamu emang rajin ko.” Jawab Bima. “Ka, janji ya.” Kata Gita tiba-tiba. Bima terdiam. Hari ini sebelum mengantar ke kampus, Gita melakukan negosiasi dengan Bima. Anak politisi memang berbeda, dia bisa membuat seseorang bernegosiasi. Meskipun usianya jauh lebih muda. Meskipun dianggap negosiasi, Bima merasa bahwa itu sedikit ancaman dan paksaan. Di depan Bima, mata Gita berkaca-kaca berkata takut ditinggalkan oleh dirinya. Dia juga meminta, paling tidak Bima tidak meninggalkannya sampai dia masuk perguruan tinggi, agar psikologisnya tidak jatuh. Bima paham, jika meninggalkan Gita saat ini maka akan mengancam masa depannya. Maka dari itu dia menyepakati negosiasi tersebut.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

766. "Fasih?" pikirku bimbang. Apa ini artinya kemampuan bicaraku meningkat? Tapi meningkat ke arah mana? Berdebat secara logis atau kepiawaian dalam menipu? Pikiranku melayang ke tokoh-tokoh besar di duniaku dulu. Aku teringat sosok Bung Karno; sang orator ulung yang jalur diplomasinya mampu mengguncang kancah internasional hingga memuluskan jalan kemerdekaan. Di sisi lain, aku teringat gaya bicara Anies Baswedan; yang begitu manis merayu dan pandai menyusun kata hingga mampu memikat dukungan besar—meski di mata sebagian orang, itu hanyalah taktik politik untuk mengkhianati sekutu lama demi ambisi pribadi.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Jenderal

Istri Kedua Sang Jenderal

Sekalipun mereka mati kelaparan. “Politik hanyalah tentang perebutan kekuasaan. Dengan begitu, mereka bisa memanfaatkan kekuasaan itu untuk keuntungan pribadi mereka,” lanjut Anna. “Jadi menurutmu, aku juga berusaha mendapatkan posisi jenderal untuk keuntungan pribadiku?” “Itulah yang dikatakan oleh bukumu.” Anna tersenyum kecil, tatapannya agak mengejek. “Bukunya juga membahas para politisi rakus. Aku sangat suka bukunya.”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

tanya Ambu. "Ancaman musuh politik, di mana benar bisa menjadi salah dan salah menjadi benar, lawan jadi kawan dan kawan jadi lawan. Kejahatan mental dampaknya jauh lebih hebat ketimbang kejahatan fisik."
9.947.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 941 kali sebagai kata bijak politik
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Jebakan Kemenangan

Jebakan Kemenangan

Wajah Boga langsung berubah pucat, dia menggenggam tinjunya dan menjawab dengan suara berat, "Produk kami mewakili teknologi baterai tercanggih di industri ini, nggak akan ada masalah! Melihat kepanikan yang jelas di wajahnya, aku tidak bisa menahan senyuman kemenangan. Selanjutnya, aku menjelaskan secara rinci tentang potensi bahaya keamanan tersebut dan ruangan pun langsung ramai dengan perbincangan, semua orang terkejut. Opini publik langsung memojokkan, Boga merasa sangat memalukan, tidak bisa melanjutkan pembicaraan di atas panggung. Boga menggertak, menatapku dengan marah, lalu dengan putus asa berkata, "Guswan, kamu sengaja merencanakan ini sebelumnya?!" Melihat Boga begitu marah, aku
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Asmaraloka Sang Putri Pusaka

“Itu medan politik. Kau akan dinilai, diuji, diperalat.” Raras mengangguk. “Aku telah hidup di medan yang lebih kejam, Bapa. Setidaknya di sana, senjata mereka bernama kata dan senyum.” Beberapa bangsawan tersedak napas kecil. Raja Wangke menatapnya lebih tajam lalu sesuatu berubah di wajahnya. Bukan kemarahan. Bukan penolakan, tapi pengakuan. “Apakah ini keputusanmu,” tanyanya pelan, “atau pelarianmu?”
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

“Selama hidup, baru tiga kali menimati arak langka ini.” Kaisar tertawa lepas. Pengaruh arak mengendurkan saraf yang tegang. “Selama kalian bekerja sepenuh hati, Zhen juga akan murah hati.” Sambil mengangkat cangkir berisi arak tinggi-tinggi, kanselir Wu tersenyum lebar. “Hidup kaisar yang bijaksana! Hamba berjanji akan mengabdi dengan setia.” Dunia politik seperti medan perang. Harus pintar-pintar lihat situasi. Kalau tidak sanggup, tinggal menunggu saatnya tersingkir.
1025.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Putra Mahkota Memanjakan Nona dan Bayinya

Putra Mahkota Memanjakan Nona dan Bayinya

“Itu tidak penting.” Ratu Evelyn mengernyit tipis. “Dalam politik, kebenaran sering kali kalah penting dibanding apa yang dipercaya orang.” Kalimat itu membuat rahang sang Ratu mengeras. “Kalau begitu menurutmu apa yang harus dilakukan?” Pria itu melangkah mendekat sedikit. “Tentu kita harus mencari sumbernya.” “Bagaimana jika sumbernya memang benar?” dari mata biru terang itu terlihat sebuah kilatan aneh.
698 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Istri Iblis Yang Salah Tubuh

Istri Iblis Yang Salah Tubuh

"Zarek hanyalah awal. Sekarang, mari kita lihat bagaimana para bangsawan istana menanggapi kepulangan kita." Kael menarik Nayra ke sisinya. Kali ini, tidak ada lagi ruang untuk keraguan. Di depan mata Nayra, istana yang dulunya tampak mengerikan itu kini terlihat seperti rumah yang menanti untuk ditaklukkan kembali. "Kau yakin kita bisa menang secara politik?" tanya Nayra. Kael menjawab dengan jawaban yang sangat singkat namun mampu membuat dunia terdiam. "Politik hanyalah seni dari kebohongan. Tapi dengan kekuatan seperti ini, kebenaran pun bisa aku definisikan ulang."
10396 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

Ia pun manggut-manggut. “Ini bagus, aku suka. Kenapa kamu bisa kalah dari Ghifari, ya?” “Biasalah politik. Kaya kamu gak pernah tahu saja.” Tita mengiyakan ucapan Gala. Ia kembali mencermati tulisan di layar. “Sayang banget ini, Ga. ” “Kan, udah aku bilang. Aku masih lanjut nyalon, Tita. Iya kali aku biarin kamu menang. Gak akan.”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai kata bijak politik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status