Suara Di Bilik Iparku
Maka tak heran jika Mas Akbar dan Bara pun memiliki sifat seperti ini pula, arogan, kasar, dan suka berkata kotor jika sedang marah.
"Kenapa diam? Aku benar? Memang, manusia tak akan bisa melihat kotoran di wajahnya sendiri. Bahkan malah lebih pandai jika mengatai orang lain dari pada introspeksi dirinya sendiri" ucapku lagi, lalu berlalu lagi ke dalam kamar mengambil satu tas besar berisi alat make-up, sepatu dan beberapa koleksi tasku.
"Sudah, ya. Aku pamit. Bahkan seharusnya kamu senang dengan keputusanku karena dengan begini kamu bisa lebih luas berhubungan dengan Hanum."
Hot Chapters