Kama Sutra
Matanya tertutup rapat, jari-jarinya saling mengerat erat di depan dada, seperti ingin menangkap setiap kata doa yang keluar dari bibirnya yang gemetar.
“Tuhan, aku tahu aku bukanlah orang yang layak untuk meminta apa-apa,” ucapnya dengan suara yang terdengar pecah-pecah, terkadang terputus karena tangisannya yang tak terkendali. “A-aku pernah menyimpang dari jalan-Mu, pernah membuat pilihan yang salah, pernah berpikir bahwa aku bisa mengatur segalanya dengan kekuatanku sendiri. Tapi saat ini … saat ini aku menyadari betapa kecilnya aku di hadapan-Mu.”
Langit-langit katedral yang tinggi memantulkan suara tangisannya, seolah menjadi saksi bisu dari penderitaan seorang ibu yang berusaha mengge
Bab Populer