Kata-kata Manis Berisi Kebohongan
"Kalau gitu, berlututlah dan minta ampun pada Tuhan. Selama tiga tahun, aku menangis dan memohon pada Tuhan agar aku bisa hamil. Aku berlutut di gereja, berdoa supaya bisa memberikan Keluarga Romano seorang pewaris."
"Sekarang, giliran kamu merasakan hal itu."
Aku mengatakannya, tetapi aku sama sekali tidak percaya dia akan melakukannya. Dia Vincent Romano. Harga diri adalah segalanya baginya.
Aku berbalik bersama Marcus dan pergi tanpa meliriknya lagi.
Di dalam mobil, Marcus bertanya, "Kamu nggak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja," jawabku sambil menyandarkan tubuh ke kursi. Aku merasa lebih lega daripada yang kurasakan selama bertahun-tahun. "Aku nggak pernah merasa sebaik ini."