Rahim Kedua
“Ah, jadi Ruby sedang hamil. Syukurlah kalau begitu, berarti tidak terjadi apa-apa dengan kalian. Kalau begitu sampaikan ucapan selamat dari bibi untuk Ruby. Bibi hanya bisa mendoakan supaya kehamilannya lancar sampai dia melahirkan dan menjadi ibu nanti.”
Aliya tersenyum tipis. “Iya bi, nanti Aliya sampaikan. Kalau begitu Aliya permisi untuk pergi.”
“Hati-hati Al.”
Aliya mengangguk kemudian meninggalkan panti asuhan itu. Masuk ke dalam mobil, dan menoleh ke arah Ruby yang memejamkan matanya.
“Bibi Wita mengucapkan selamat atas kehamilanmu,” kata Aliya sembari memakai sabuk pengamannya. Namun Ruby hanya diam saja.
Hot Chapters