Pendekar Pedang Naga
tanya Kakek Ling dengan lembut.
"Frustrasi," jawab Kael, suaranya parau. "Aku merasa tidak ada yang berubah. Aku tetap lemah. Aku hanya ingin balas dendam... tapi aku tak tahu caranya."
Kakek Ling tersenyum tipis, kemudian menepuk bahu Kael dengan lembut. “Kau tidak lemah, Kael. Tapi kau tidak akan pernah bisa menjadi kuat jika kau terus membiarkan amarah menguasaimu. Pedang, jika digunakan dalam kemarahan, hanya akan menghancurkanmu. Ia harus dipandu oleh ketenangan, oleh pikiran yang jernih.”