Kembalinya sang Dewa Perang
"Jangan bermimpi untuk kabur, Nathan. Jika kau tidak menyerahkan harta karun itu, kau akan mati perlahan .… sangat perlahan."
Nathan akhirnya menarik napas dan mengeluarkan sebuah benda dari cincin penyimpanannya, sebuah menara kecil hitam pekat dengan pola-pola runik yang menyala samar. Udara di sekitarnya mendadak berat.
"Menara Kegelapan yang asli," ujar Nathan tenang. "Yang runtuh hanyalah kulit luarnya."
Gill ternganga. Sorot tamak di matanya menyala terang, seolah dunia lain terpancar dari pantulan menara itu. "Serahkan, sekarang!" desis Gill, tangannya gemetar menahan hasrat.
Bab Populer