Menjadi Istri Pengganti Untuk Suami Kakakku
Haikal pun tidak terima, "eh nenek lampir. Lo pikir gue mau pacaran sama lo? Bukan hanya darah tinggi, tapi asam urat juga."
Tukang bakso tersebut hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Jangan berantem dan jangan berbicara seperti itu, Neng, Mas! Nanti kalau ucapan kalian berbalik, bagaimana? Ingat! Benci dan cinta itu beda tipis. Bisa jadi sekarang kalian bilang tidak, tapi nanti ... siapa yang tahu jika di antara kalian akan jatuh cinta? Ingat! Ucapan adalah doa, jangan sampai kalian termakan oleh ucapan sendiri." Nasihat tukang bakso tersebut.
Haikal dan Zahra saling bertatapan dengan sinis, kemudian mereka pun saling duduk berjauhan, yang tadinya berdampingan kini malah berhada
Bab Populer