Karma(penyesalan)
Bagi Amitra, setiap kata yang Adinda keluarkan, seperti sebuah pedang yang sedang menghunus, mencabik cabik dagingnya, sedikit demi sedikit.
Walaupun kejadian itu sudah berlangsung setahun yang lalu, tetapi rasa sakit itu mulai ia rasakan kembali. Rasa nyeri yang sudah ia sembuhkan dengan beribu cara, Rasa sakit yang hampir saja membunuhnya, Rasa cemburu yang membuatnya tak bisa melupakan semua keskitan itu. Kini harus ia telan kembali.
Perlahan, ia hapus airmatanya yang jatuh berderai dengan deras. Tangannya gemetar, walau hanya sekedar menghapus airmatanya, yang tak bisa dihentikan.
Sikat na Kabanata