Resep Rahasia Sang Pecundang
lanjut Mbah Soto, suaranya pecah.
“Kami membagikan makanan gratis juga, tapi tidak cukup. Energi adiktif dari makanan mereka terlalu kuat. Ini seperti wabah, Luna. Wabah rasa yang membuat orang lupa pada akarnya. Kami… kami kehabisan dana, kehabisan tenaga… dan kehabisan harapan. Cepat pulang, Nak. Apa pun yang kalian cari, cepat bawa pulang. Sebelum… sebelum tidak ada lagi yang tersisa untuk diselamatkan…”
Sambungan terputus dengan suara derak statis yang panjang, meninggalkan keheningan yang seribu kali lebih menakutkan daripada gemuruh tanah longsor tadi.
Hot Chapters