Mengejar Cinta Ustadz Galak
Hal pertama yang dilihatnya ada seorang perempuan seumurannya, dengan wajah sinis, mata melotot, bibir manyun, dan warna kulit sawo matang, tengah berdiri angkuh dan penuh emosi sambil berkacak pinggang di hadapannya.
“Apa-apaan sih lo?” tanya Nayla tak terima, dia mengusap wajahnya dan rambutnya yang lepek terkena air.
“Ana yang harusnya bertanya, kenapa kamu masih ada di sini, sedangkan santri lain sudah berada di masjid untuk sholat subuh berjamaah dan setoran hapalan!” tanyanya penuh selidik, “Oh atau jangan-jangan kamu bolos sholat subuh? Astagfirullahaladzim!” katanya lagi dengan ekspresi kaget ala-ala, plus gelengan kepala seolah Nayla ini adalah sosok manusia paling berdosa di dunia
Sikat na Kabanata