Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Di dalam surau itu tampak santri putra dan putri sudah berkumpul. “Assalamualaikum…,” kata Kiai Muntaqo. Semua santri itu menjawabnya dengan serentak. Kiai Muntaqo langsung membuka kitab kuningnya dan menerangkan bait demi bait makna kitab itu. Para santri sibuk mencatat apa dijelaskan gurunya. Di tengah-tengah pengajian, tiba-tiba Nurul bertingkah aneh. Dia tidak mencatat perkataan gurunya, melainkan diam saja sambil tertunduk. Pulpen digenggam dengan sangat keras, bahkan sampai patah.
8.314.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
Niat Jahat Majikanku

Niat Jahat Majikanku

“Soalnya kondisi kami sama. Aku dengar dari dia, katanya setelah memakan nustrisimu, efeknya bahkan lebih manjur dari susu segar. Makanya aku datang untuk melihat dan memastikannya sendiri.” Apa?! Dia juga punya gangguan emosi? Dan dia juga butuh susu segar untuk menenangkan diri? Tiba-tiba, aku punya firasat buruk. Jangan-jangan dia juga mau…. Ayah Jeff tersenyum sambil memapahku berdiri, lalu menyuruhku duduk di sofa. Tapi kemudian, dia langsung berdiri di depan dan mengunciku. “Aku memang sudah nggak muda lagi, susu segar biasa makin lama makin nggak mempan. Jadi, aku mau coba nutrisimu yang langsung diproduksi langsung ini.”
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
FITNAHMU ADALAH DOAMU, MAS!

FITNAHMU ADALAH DOAMU, MAS!

Tuhan, maksudku. Mas Gandung tertawa sinis melihatku. "Halaaaah... Kata siapa!" "Kataku lah, barusan! Masa Mas gak dengar?" Mas Gandung menatapku tak senang. "Makanya Mas! Mas tu harus sering-sering keluar! Bergaul dengan banyak orang! Bersosialisasi! Biar wawasan jadi luas. Gak ketemunya orang-orang itu aja. Wawasan hidup jadi gak berkembang jadinya. Egosentris. Selalu merasa benar sendiri!"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Bukan hanya mencari ilmu agama yang terlambat ia sadari sebagai kewajiban setiap hamba, lebih dari itu Fay perlu menenangkan diri. Diusapnya layar ponsel. Ada satu pesan istimewa yang selalu membuatnya tersenyum. Kontak dengan nama Kang Santri mendominasi fokus Fay. [Assalamualaikum. Kang Fay, kata Yai besok ada kajian kitab Bulughul Marom, jangan lupa datang. Bawa kopi sekalian buat ngobrol setelahnya.] Ia senang setiap kali senyum di wajah Kiai Hanafi merespon kata-katanya di samping wejangan yang menyejukkan. Bicara layaknya teman tanpa menggurui.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

kata Ai. “Waktu sorenya. Lagipula, ketika para santri awwaliyah yang baru datang, di kampus kakak masih masuk masa orientasi. Yang kenalan juga bukan cuma kakak doang, tapi ada beberapa santri senior yang lain juga,” jelas Aizha. “Oh, gitu ya.” Ai memahami Aizha. “Sandika punya cita-cita yang bagus. Dia ingin jadi seorang hafidz.” Aizha memuji Sandika.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Kelompok ini disebut dengan istilah sematan yang selanjutanya atau belakangan menunjuk secara meluas dan melebar sebagai penganut Islam taat: Santri. Ini juga bisa menjadi penjelas kenapa mata-rantai silsilah keilmuan kita para santri (dari fikih hingga tasawuf muntahi), setelah akhir abad 19, sebagian besar tak lagi terhubung (alias sebagian besar terputus) dari mata-rantai sanad keilmuan dhahir maupun sanad tarikat serta pengajaran sufisme muntahi (bathin) dari jalur sanad keilmuan walisanga dan wali-wali tanah Jawi lain. Kelompok ini disebut dengan istilah sematan yang selanjutanya atau belakangan menunjuk secara meluas dan melebar sebagai penganut Islam taat: Santri.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

Note: Om Swastyasthu = Salam keselamatan (Hindu) Cai ada ditu = Kamu ada di situ. Jek wayah gati, Nok = Wah beruntung sekali. Memitra ajak ane mudaan = Selingkuh dengan yang lebih muda. Yen, to? = Siapa, itu?
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
CHAT NAKAL ISTRIKU

CHAT NAKAL ISTRIKU

"LENGKUAS SEMUA!" Hah? Hanum mengulum senyum. "Sudahlah Mas, mungkin belum beruntung." Hanif mengangguk, namun wajahnya masih mencebik, Akad di mulai, penghulu telah menjabat tangan Hamid, kemudian mengucapkan ikrar suci, dan di akhiri dengan kata 'SAH' kalimat Alhamdulillah, Namira tersenyum melihat ayah mertuanya telah bersanding dengan wanita paruh baya yang seperti tak asing bagi Namira. Namira seperti pernah melihat wanita itu.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
Yang Kalian Hina Miskin

Yang Kalian Hina Miskin

Beni hanyalah seorang pria yang sombong dan tidak tahu tata krama. “Kalau kami ke sini bukan untuk bekerja memangnya kamu kenapa? Meskipun kami ini bukan untuk bekerja, kami bukan berarti berharap belas kasihan dari kamu. Cukup saya mengira kamu pria baik-baik. Ternyata kamu tidak punya tata krama sama sekali. Bicaramu sangat angkuh. Pantas saja setelah kalian menikah bagi kami kalian seperti orang asing.” Ayah Ayu dengan suara yang begitu tegas dan berwibawa mengatakannya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kata-kata santri nahwu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status