Camelia
Aksa mencercahkan sebuah kecupan pada pipi kiri Lia dan membenamkan wajahnya pada ceruk di leher Lia.
"Apakah waktunya sudah tepat, Mas. Lia takut semuanya akan kaget dan menyalahkan Lia, Mas."
"Jangan takut, sayang. Ada Mas di sini. Kita hadapi semuanya bersama-sama. Jangan lagi kita terus menunda. Jangan kita habiskan separuh hidup kita hanya untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kita tersadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kita cuma bisa menyesal bukan?