Terjerat Pesona Mama Temanku
Risya Petrovarumahnya adittidur di depan pintuding dong kudatang padamu bukalah pintutidur depan pintu
"Keren sih. Cewek nyetir mobil gede. Nggak semua bisa."
Bela tersenyum tipis mendengarnya. "Nggak semua cowok bisa galau seserius kamu juga."
Adit tertawa kecil. "Ya, gimana ya. Lagi nyari alasan buat tetap waras."
Keduanya diam sesaat. Angin malam berembus pelan, dan suara jangkrik terdengar samar di kejauhan. Lalu Bela berkata, “Kadang yang kita kira bakal selamanya, justru yang paling duluan pergi. Tapi kadang juga, yang kita kira nggak penting, malah datang di saat paling kita butuhin.”