SUJUD TERAKHIR EMAK
Ia mengeluarkan dompet dari tasnya, lalu pura-pura menghitung beberapa lembar uang ratusan ribu di depan Sita.
“Kamu tahu nggak, Sit… punya uang banyak itu enak banget. Tinggal pilih mau belanja apa, langsung bayar. Nggak perlu mikir-mikir kayak orang susah. Maklumlah… aku kan sarjana. Sekali kerja, sekali jalan, duit yang masuk langsung gede.”
Kata-katanya penuh nada merendahkan. Ia benar-benar ingin menusuk hati Sita, apalagi mengingat dulu almarhum emak mereka memberi Sita kalung kenangan.