SENTUHAN HARAM SUAMIKU
SENTUHAN HARAM SUAMIKU
Pesan yang kubaca di ponsel Mas Fajar, berhasil membuat dadaku sesak seketika. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata. Bayang-bayang pengkhianatan yang telah dilakukan Mas Fajar dulu, kini kembali menari-nari di ingatan. Bagaimana tidak, dia kini telah melakukan kesalahan yang sama. Membuka kembali pintu perzinahan yang seharusnya ditutup rapat-rapat. Seharusnya jangan lagi memberi celah, jika ingin perbuatan haram itu tak terulang lagi.