Kehidupan Kedua
"Baik, Pak!"
Karenia Winata menyangga dagunya, seraya melihat pesan elektroniknya. Sesungguhnya, Karenia sangat malas untuk bekerja saat ini. Suasana hatinya sudah buruk karena peristiwa pagi tadi, ditambah dengan perilaku Sean yang kian memperburuk harinya. Tapi ia harus berpura-pura bekerja agar bisa bertahan di perusahaan Sanjaya.
Dalam rasa bosannya, Karenia mendadak melebarkan mata. Ia pun menegakkan tubuhnya. Lantaran melihat satu berkas yang terpampang di monitor laptopnya.