Aku Juga Keturunan Jenderal
"Katanya ada pameran lentera malam ini. Kalau Nona berminat, aku temani Nona. Kita bisa main tebak kata. Nona pintar sekali, pasti bisa memenangkan hadiah."
"Tidak apa-apa kalau tidak mau main tebak kata, kita bisa menyalakan lentera langit dan berdoa. Doakan hari-hari ke depan akan selalu tenteram."
Sambil berkata, mata Mutiara memerah.
Di festival bulan yang melambangkan kebersamaan, Mutiara juga merindukan keluarga, tetapi keluarganya sudah meninggal.
Intan meraba rambutnya dan mengambil satu tusuk konde untuk memakaikannya ke rambut Mutiara. "Kalian bisa pergi main malam ini, bersenang-senang dan melupakan semua kesedihan."
Hot Chapters