Ketika Istriku Tak Lagi Kerja
Daripada melihatnya emosi seperti ini, aku memilih mencari aman dengan memintanya duduk dan membuatkan segelas kopi kesukaannya.
"Sekeras apapun usahamu untuk meredakan amarahku, itu tidak akan ngaruh. Karena aku sudah lebih dulu tahu bagaimana sifatmu pada seorang bidadari yang bernama istri," ucapnya masih menajamkan tatapan.
Bidadari? Mimpi kali si Bara ini. Mana ada seorang istri jadi bidadari, kecuali dia bisa membantu mamaku dan Ica, baru aku acungi jempol dan dia berhak untuk menjadi bidadariku.