Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Hayu

Hayu

kata Candra dengan raut wajah dibuat semengenaskan mungkin. “Kamu boleh mengembalikan stiletto yang aku belikan untukmu, tapi untuk pemberian Mama, sebaiknya jangan kamu tolak. Mama pasti punya pertimbangan kenapa melakukan itu, pada kamu dan juga Ibu. Secara harfiah kamu juga cukup membantu pekerjaanku selama ini, mungkin karena itu Mama memberi kamu reward ini semua. Stiletto itu, aku tahu kamu menginginkannya cukup lama, aku memberikannya untukmu juga bukan karena terpaksa, tapi bentuk rasa terima kasihku, karena kamu memang cukup membantuku dalam memajukan perusahaan, lagi pula kamu terlihat sexy memakainya.”
105.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 133 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

"Gores juga wajahnya. Kalau sudah begitu, apa dia masih bisa merayu laki-laki lagi?" Adegan berdarah akan segera terjadi, jadi salah satu dari wanita itu sedikit khawatir. "Apa mau merusak wajahnya? Ini melanggar hukum ...." Kinan menyela, "Kenapa, kamu takut? Pacarku direktur Cakra Group dan punya kuasa. Bukankah hanya goresan di wajah saja?" "Ngapain takut? Aku akan mengurus semuanya!"
11.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 298 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Berawal dari Pak Haede melihat biji kenari di samping futon Kasami yang belum sempat dibereskan, dan biji kenari itu membuat rasa kesal kepada Orochi membuncah. “Kau masih menyimpan biji kenari itu?” tanya Pak Haede. Kasami menoleh ke arah dimana biji kenari itu tergeletak secara sembarang cuma sebentar, lantas menatap ayahnya kembali. “Iya.” “Kenapa? Biji kenari itu yang dilempar Pak Orochi kepadamu karena kau beserta Isae dan Ichida membuat kebisingan walau bukan di halaman rumahnya. Waktu itu kau berumur lima tahun, kan?”
103.7K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 109 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 1 ——————————————————— "Sial!" rutuk seorang lelaki di pinggiran jalan begitu turun dari tunggangan kuda besinya. Dia menatap geram pada ban kempis kendaraan tersebut dengan perasaan kesal. Dengkus pria bernama Rehan itu beberapa kali terdengar, lengkap bersama decak kerucut bibirnya yang hitam di dalam kegelapan.
102.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 83 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
ZONA MANTAN

ZONA MANTAN

“Kenapa lo jadi nggak sabaran gini deh?” Lagi-lagi, Juda mendesah. “Gue juga nggak tahu Em. Gue cuma nggak mau kejadian kayak Guntur keulang lagi. Trauma gue.” . . to be continued
109.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 256 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ucap Mbah Atim hati-hati. “Set*n!” maki Mbah Jaja yang langsung memukul bilik di sampingnya hingga membuat beberapa barang yang ada di sana berjatuhan. “Sepertinya, si Jalu maksa Kang Jaja untuk bergabung bersama mereka lewat ritual kafan hitam. Hanya saja, karena kesaktian Kang Jaja, ritual itu tak sepenuhnya berhasil.” Mbah Jaja memelotot tajam. Kepalan tangannya mengeras seiring dengan rahangnya yang mengetat. Kilat amarah dan kebencian tampak dari matanya.
9.775.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 1.8K veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
Riuh tepuk tangan mengisi ruangan itu, menyadarkan Kinan yang langsung membuang pandangannya cepat. Noah sendiri tidak habis pikir dengan apa yang baru saja ia lakukan, apakah ini bisa disebut tindak pelecehan kepada kliennya? Sial, seharusnya Noah tidak melakukannya. Dan acara bodoh apa ini? Noah menatap ratusan tamu yang kini telah kembali menikmati pesta tersebut dan ketika ia menoleh, Kinan sudah tidak ada di sampingnya.
108.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 191 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
I'm Yours My Husband

I'm Yours My Husband

Nabila seketika gugup, mendadak menyanyikan kepala dan berupaya untuk tak bersitatap dengan manik tajam Kaze. "Aku tidak mungkin mau dengan perempuan sampah sepertimu. Kau jauh dari tipe-ku, Sialan!" maki Kaze di akhir kalimat. Istrinya sudah tidak ada di sini, jadi dia bebas melontarkan kata makian pada perempuan ini, "bercermilah! Kau itu perempuan murahan, pendidikanmu tidak selesai, kau bodoh, kau juga bukan dari kalangan yang sama denganku, kau beraroma masam, wujudmu seperti bekantan. Tak ada yang bisa dilirik darimu, Sialan!" makinya lagi, tanpa peduli jika ucapannya melukai hati perempuan itu. Ucapan Kaze tersebut berhasil membuat Nabila sakit hati, dia mendadak diam dengan mata berk
1035.6K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 1.1K veces como kaze no stigma
Show Reviews (22)
Leer
+Biblioteca
Deafis_naufal
yahooo karya baru caci. semua karya the best. peran utama semua mantap2 jika ada pelakor & pebinor. cewek nya gak lemah sama karya penulis lain. kebanyakan cewek ditindas mulu. karya caci bikin cewek nya kuat.mantap. pokok nya the best. tq caci.
CacaCici
Holla, MyRe!! Yuhu ... novel baru kita sudah rilis loh. Judulnya 'Terlena Kenikmatan Suami Baru, kisah Aeza yang tak punya pilihan dengan mengandung benih dari pria lain. Ceritanya seru abis lih, MyRe. Yuk, mampir dan ramaikan novel baru kita. (⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧(⁠✿⁠ ⁠♡⁠‿⁠♡⁠)
Read All Reviews
Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)

Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)

Ia adalah seorang ibu. ​"Kau tidak punya apa-apa, Kaze," geram Kelly dalam ruang mental. "Kau hanya bayangan tanpa jiwa. Dan bayangan akan hilang saat cahaya datang!" ​Kelly meledakkan sebuah protokol yang ia namakan "Solar Flare". Ia melakukan overload pada semua sensor optik di pulau, membanjiri sistem dengan data sampah murni berkecepatan tinggi yang membakar jejak digital Kaze.
10825 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 25 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
Karma

Karma

kata Vano meminta pengertian pada Kekasih gelapnya. “ Ya sudah kalau gitu aku pulang, aku percaya sama kamu dan jika terjadi sesuatu hubungi aku, jangan lupa jaga kesehatan jangan terlalu larut dalam kesedihan dan jangan menyalahkan diri sendiri, mungkin itu sudah menjadi takdir Mama kamu” kata Nadia sambil memeluk Vano. Sore harinya Nadia pergi dari Rumah Vano ia melajukan mobilnya menuju pusat kota. Ia rencana bertemu dengan sahabatnya Renata di sebuah Restaurant. ***
1014.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 564 veces como kaze no stigma
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1234
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status