Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Dia ingin cepat memastikan apakah ini rumah musuh atau teman. Pria tua itu mencoba tersenyum meski terlihat masam. Dia tak suka melihat Matteo yang terlalu berterus terang. "Aku Kazuo Taoka," katanya. "Kuma, pemimpin dari Yamaguchi Gumi," sahut Matteo. Melengkapi perkenalannya yang hanya singkat itu. Ivy yang sekarang sudah mengenali beberapa kata bahasa Jepang, sedikit heran. Kuma berarti beruang.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Lelaki itu terlihat benar-benar menikmati masa pendidikannya di negara Bunga Sakura itu. Sekian menit berlalu, Adelia menautkan alis saat melihat satu foto yang diunggah belum lama ini. Dadanya seperti tersengat hebat saat melihat foto Pandu sedang di kafe yang mirip-mirip dengan foto yang diunggah Novita tadi meski tanpa latar belakang Gunung Fuji. Saat dia memastikan tanggal unggahan foto Novita, Pandu juga mengunggah fotonya di waktu yang sama.
1017.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Kak Dimas duduk sendirian di anak tangga batu taman. Angin malam bulan November terasa dingin. Dia hanya mengenakan kemeja tipis, lengan bajunya masih tergulung hingga menampakkan luka gores di lengan bawah, luka yang didapat saat mendobrak pintu. Ada sesuatu di dalam sakunya. Dia merogohnya keluar. Benda itu adalah tombol sakelar darurat yang tiga hari lalu dia cabut dari ruang pendingin.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

“Ehm.. Tari, nama siapa yang harus aku tulis di sini... “ Kila berbalik badan dan melihat ke arah Tari. Tari menghentikan aktivitasnya, yang sebelumnya tengah mengaduk adonan. Tangan kananya merogok saku celananya, memberikan kertas catatan yang diberikan pelanggan wanita itu padanya. Kila segera menerima catatan itu dari tari, membukanya dan membacanya pelan. Blackforest ukuran empat puluh sentimeter, hiasan cokelat, bertulisan selamat ulang tahun Kama. Mata Kila tidak salah lihat kan? *** ***
535 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Setelah cukup lama bergelut dengan kebisuan, Tuan Guru Tan mengangkat kepala, menatap lekat wajah Kuranji. “Kuranji, setiap kuncup bunga akan mekar pada waktunya. Andai kau menemukan bunga itu, akankah kau memetiknya untuk kesenanganmu? Atau membiarkan bunga itu berkembang menjadi buah agar dapat dinikmati oleh banyak orang?” Kuranji garuk-garuk kepala. Menyeringai canggung. ‘Ah, Tuan Guru senang sekali bermain teka-teki.’
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
KAKAK, I LOVE YOU

KAKAK, I LOVE YOU

Kau datang dan jantungku berdegup kencang Kau buatku terbang melayang Tiada kusangka getaran ini ada Saat jumpa yang pertama Mataku tak dapat terlepas darimu Perhatikan setiap tingkahmu Tertawa pada setiap candamu Saat jumpa yang pertama Could it be love, could it be love Could it be, could it be, could it be love Could it be love, could it be love Could this be something that I never had Could it be love
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
Yang Ternoda

Yang Ternoda

Perlahan-lahan detak jantungnya pun mulai kembali normal. Zafira membuka matanya dan menyadari bahwa kamar itu sudah terang dengan masuknya cahaya dari jendela kaca yang gordennya telah terbuka lebar. Zafira berjalan perlahan ke arah jendela kaca besar dan merasa takjub dengan pemandangan yang tersaji dari sana. Hamparan rumput yang terawat dengan baik dan sebuah air mancur kecil yang ada di tengahnya membuat hati Zafira sedikit menghangat. Dia tersenyum memandang ke arah taman kecil yang terlihat sangat terawat itu. Zafira begitu terpesona sehingga tak menyadari jika Gilang sudah berada di sana dan memperhatikannya.
1060.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kaze tachinu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status