Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yang Disebut Cinta Justru Menyakiti Paling Dalam

Yang Disebut Cinta Justru Menyakiti Paling Dalam

Elric sekali lagi membawa Viera menghadiri pesta ulang tahunku. Dia merangkul pinggang wanita itu sambil memperkenalkannya kepada para tamu, "Ini sahabat terbaik Solana, sekaligus rekan kerja terbaru Grup Zubir, perusahaan keluarga Solana." Jari-jariku yang menggenggam gelas sampanye memutih. Minggu lalu, Viera baru saja merebut proyek yang sudah kutangani selama tiga tahun. Elric mendekat ke telingaku dan berbisik, "Sayang, kamu harusnya berterima kasih padaku. Aku sudah membantumu menjaga persahabatan berharga ini." Belakangan, Viera memakai perhiasanku untuk menghadiri jamuan amal, menggunakan penata rias pribadiku, bahkan mewakili Grup Khadam, perusahaan keluarga Elric, dalam rapat pemegang saham. Di hari berburu keluarga, Elric membiarkan Viera menunggangi kudaku. Dia sendiri yang menyesuaikan sanggurdi untuknya, lalu berkata kepadaku tanpa mengangkat kepala, "Kemampuan berkudamu buruk, jangan menghambat semua orang." Aku berdiri di pinggir lapangan, menyaksikan mereka berdua melompati rintangan berdampingan. Para tetua Keluarga Khadam tersenyum sambil memuji, "Viera dan Elric benar-benar serasi." Saat perjalanan pulang, hujan deras mengguyur tanpa ampun. Tak seorang pun ingat kalau aku tidak punya kendaraan. Elric hanya mengirim pesan. [ Cari jalan sendiri, jangan merusak suasana. ] Aku melepas cincin tunanganku, lalu membalas. [ Oke. ] Saat layar ponselku menyala, air hujan sedang menetes turun melewati bulu mataku. Tiba-tiba, muncul pesan dari Diego. [ Dulu ... kamu terima surat cinta itu nggak? ]
438 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
FALLING FOR THE BEAST

FALLING FOR THE BEAST

Xander duduk, tersenyum samar memandangi tiap ruang pertemuan ini-markasnya-beserta semua orang-orang yang tidak akan bisa berkutik di bawah kuasanya. Dengan satu tarikan di pinggang, Crystal terduduk di pangkuan Xander. Menjadi mainannya. Crystal terbelalak, nyaris memekik ketika jemari dingin Xander menyusuri belahan pahanya lewat belahan gaunnya yang panjang. Terus naik. Lalu, mengelus pelan di sana. Sialan. Rencananya memang seperti ini, tapi tidak sampai seperti ini. "Duduklah. Mulai rapatnya." Xander berkata malas pada orang-orangnya yang masih berdiri kaku, menunggu perintah selanjutnya. "Aku ingin melakukannya dengan dia di pangkuanku." * * * Crystal Leonidas; the Perfect Princess! Hidupnya sempurna. Putri bungsu Billionaire nomor satu dunia, cantik, pintar, dengan Aiden Lucero; lelaki bak prince charming yang mencintainya. Melindunginya dari segala hal. Bersama Aiden, Crystal percaya ia tidak membutuhkan apa pun lagi. Hingga, tatapan Crystal bertemu dengan mata indah Xander William. Hangat tapi kelam. Menenangkan sekaligus menakutkan. Bukan rahasia lagi jika seketika itu Crystal terjatuh pada lelaki asing itu. Cepat, keras dan dalam. Percikan perasaan itu terasa menakutkan, berubah menjadi api, lalu menjelma menjadi rasa mendamba yang kuat. Terlarang, tapi memanggil-manggil untuk ia lewati. Ketika bibir Xander membakar tubuhnya dengan ciuman, Crystal tahu ia sudah melanggar batas. Batas berbahaya. Sayangnya, tidak ada jalan kembali. He is a Beast. A cruel beast who can kill you and throw your body in the east. So, what happened next when Crystal realizes that she already Falling For The Beast?
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

"Mau nggak?" Aku tidak sengaja mengirim pesan tentang janji manikur dan pedikur ke kakak laki-laki sahabatku, padahal seharusnya pesan itu untuk sahabatku sendiri. Sepuluh menit kemudian, aku menerima balasan dari kakaknya: [Mireya ada di bawah, turunlah.] Aku tidak menyangka, selain usianya yang sudah matang, ternyata bagian lain miliknya juga besar. Malam itu, gairah meluap dan semuanya nyaris lepas kendali. Setelah tersadar, dia berjanji akan bertanggung jawab kepadaku. Dia sangat memanjakanku. Apa pun yang kuminta, selalu dia penuhi. Akan tetapi, ada satu syarat, yaitu aku tidak boleh mengaku bahwa aku adalah kekasihnya di depan umum. Lima tahun kemudian, dia pulang membawa seorang wanita. Sambil merangkul pinggang wanita itu, dia menyuruhku memanggilnya "Kakak Ipar". Aku bertanya kepadanya, "Kalau dia kakak iparku, lalu apa arti lima tahun penantianku untukmu?" Pria itu tersenyum santai, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat sekujur tubuhku terasa membeku. "Menunggu? Memangnya aku pernah memintamu untuk menunggu?" "Aurelia Faresta, ke depannya, jangan pernah lagi mencintai orang dengan begitu tulus kayak gini. Itu sungguh mengerikan." Ternyata, seluruh cinta yang kuberikan dengan segenap jiwa ragaku, hanyalah sebuah beban yang ingin dia hindari. Aku pun mulai mencoba untuk tidak lagi mencarinya, belajar untuk melepaskannya dan akhirnya … pergi meninggalkannya. Namun, seminggu kemudian, saat aku sedang mengucapkan janji suci pernikahan dengan pria lain …. Sosok pria yang dahulu begitu arogan dan penuh gairah itu, kini berdiri di bawah altar dengan mata yang memerah.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku

Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku

"Kamu sudah menikah dua tahun dan kita sudah melakukannya 666 kali." "Kakak, menurutmu Kakak Ipar tahu nggak?" Setelah pendengarannya pulih, hal pertama yang didengar Lorraine Sentosa adalah adik angkat suaminya mengatakan kalimat itu kepada suaminya. Suaminya berselingkuh. Lorraine tidak menangis, tidak membuat keributan, juga tidak mencoba mempertahankan pernikahan itu. Dia diam-diam mencari perjanjian pranikah mereka. Di atas perjanjian itu tertulis: [ Pihak yang berselingkuh harus keluar tanpa membawa apa pun. ] .... Delvin Hermanto selalu menunggu Lorraine menoleh kembali padanya. Namun, yang dia dapatkan malah Lorraine menjadi perancang utama perayaan tingkat nasional. Menjadi wanita pertama yang memenangkan juara umum GlobalBest di negara mereka. Menjadi sosok yang dikelilingi para petinggi dan master ternama yang dipuja. Delvin panik. Dia merendahkan diri berlutut di kaki Lorraine, jemarinya yang gemetar mencengkeram ujung gaun Lorraine. "Dulu kamu rela memberikan segalanya untukku. Apa kamu benar-benar tega meninggalkanku begitu saja? Lorraine ... cintai aku sekali lagi, ya?" Lorraine bahkan tidak meliriknya. Dengan mata kepalanya sendiri, Delvin melihat Lorraine berlari penuh bahagia ke pelukan pria lain yang begitu terhormat dan mulia. Pria itu memanjakannya bak harta paling berharga. .... Saat Hari Valentine, Derby Sanjaya mengerutkan kening melihat bunga yang dikirim ke rumah. "Buang saja. Mengganggu mata. Berani-beraninya orang sembarangan saja mendekat." Lorraine sengaja menggodanya. "Padahal lumayan bagus." Malam itu, Lorraine memegangi pinggang rampingnya sambil tak kuasa mengeluh, "Jelas-jelas sudah pensiun dari militer bertahun-tahun, kenapa stamina pria itu masih sedahsyat ini!"
8892 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Hingga meninggal, Anggi Suharjo baru tahu bahwa dirinya adalah karakter sampingan yang ditakdirkan menjadi korban dalam sebuah novel. Sementara itu, yang menjadi tokoh utamanya adalah adik kembarnya, Wulan Suharjo. Sejak kecil, Wulan adalah anak emas yang disayang semua orang. Sebaliknya, Anggi tidak pernah mendapatkan perhatian keluarganya sekalipun dia sudah melimpahkan semua cintanya kepada mereka. Anggi bahkan menggantikan sang adik untuk menikah dengan Luis Giandra yang terkenal kejam dan bengis. Namun, karena mencoba kabur di hari pernikahan, Anggi dibuat lumpuh dan dilemparkan ke depan rumah orang tuanya. Sementara itu, keluarga yang merupakan segalanya bagi Anggi malah menutup rapat pintu agar tidak terjerat masalah. Anggi yang malang pun mati kedinginan di tengah salju. Saat membuka mata lagi, dia kembali ke hari pernikahan di Kediaman Pangeran Selatan itu. Dalam kesempatan hidup kedua ini, Anggi memutuskan untuk tidak mencari simpati pada keluarganya lagi. Semua yang mereka ambil darinya, akan Anggi rebut kembali. Kali ini, Anggi tidak akan menyembunyikan bakatnya lagi. Dia akan menaklukkan dunia dengan kecerdasan strategi militer. Dia juga akan dielu-elukan semua orang dengan keahlian medisnya yang luar biasa. Keluarga yang meremehkan Anggi selama belasan tahun ini akhirnya menyesal dan meminta pengampunannya. Namun, mana mungkin dia memaafkan orang-orang yang sudah mengabaikannya selama ini? Sementara itu, pria kejam yang awalnya bilang hubungan mereka sekadar "saling memanfaatkan", malah menempel manja tanpa memberi Anggi kesempatan untuk melarikan diri. Anggi jadi geram. "Luis! Kamu kenapa, sih?" Luis melingkarkan tangan di pinggang Anggi. "Aku mau bayar utang, utang nyawa!"
9.7958.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.2K kali sebagai keduten pinggang kiri
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rifda Nafisha
plisss lah thor up tiap hari banyakin yahhhh... bagus bgt critanya..seru banyak²in part luis & anggi biar yg baca giginya sampe garing cz nyengir² mulu. hehehe 2 hari ini maraton dari bab awal sampe 178 baru kelar smalem smpe koin jebol wkwkwkwk hari ini dtunggu ya upnya,, semangat thorrr & thankyou
irmayyunita20
Kalau aku di posisi Luis bakal cemburu banget sih. Bayangin aja ketika suami pergi kerja, istri malah berduaan menghabiskan waktu sama pria lain. padahal aku cewek lo, entah dianggap kakak/adik namanya beda darah ya tetep orang lain. Meskipun kasian banget sama Aska, kenapa Anggi ga mikirin Luis sih
Baca Semua Ulasan
ISTRI 48 JAM TUAN CEO

ISTRI 48 JAM TUAN CEO

"Mas, ayo kita bercerai!" Sebaris kalimat itu meluncur dengan lugas dari mulut, Jasmine Adrielle Zivanna (22 tahun). Pagi ini tepat 48 jam mereka baru saja melangsungkan pernikahan, tapi dengan beraninya Zee menggugat Kayvandra Shawn Dirgantara (27 tahun) untuk berpisah. "Jangan bercanda, nggak lucu, Zee." Timpal pria yang masih membiarkan letak resleting celananya terbuka. Kay tertawa geli, ia menggeleng kecil sambil berkacak pinggang di tepi ranjang. "Aku serius, Mas." Jawab Zee sambil memegang erat ujung selimut yang membungkus tubuhnya hingga bagian dada. Ya. Mereka adalah sepasang pengantin baru, dan mereka telah melewati malam pertama dengan penuh cinta yang membara. "Aku sudah memenuhi kewajibanku padamu, Mas. Kamu senang kan sudah mendapatkan bukti jika aku masih perawan. Lagi pula nggak lucu kalau sampai orang lain tahu, janda Kayvandra Shawn Dirgantara, pemilik perusahaan garmen ternama .... masih virgin." Zivanna, perempuan muda itu pasti memiliki alasan kuat saat menginginkan perpisahan secara sadar. "Kamu sudah gila, Zee?" raut wajah Kay berubah tidak santai, ia menurunkan bahunya perlahan. "Iya, aku memang sudah gila, Mas. Oleh karena itu cepat talak aku sekarang untuk menyudahi kegilaan ini!" Perempuan berkulit putih bak batu pualam dengan rambut kemerahan tergerai sepunggung itu menatap tajam presensi Kay yang mati-matian sedang menahan emosinya. Tapi kenapa Zivanna mendadak memutuskan untuk mengambil jalan perceraian ketika mereka baru saja melewati malam pengantin 48 jam dengan penuh gelora? Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan perempuan yang selalu dipandang Kay adalah wanita termanis dan lemah lembut itu? Kenapa sekarang Kay melihat Zee menjadi sosok tegas dan penuh percaya diri?
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
BABY & SECRET DADDY

BABY & SECRET DADDY

Di_evil
"Tapi, aku ayah dari bayi dalam perutmu." Kepala Sandisc dianggukan, kali ini. "Kau memang berperan penting dalam membuatku bisa hamil." "Waktu itu kau setuju tidak akan ikut campur apa pun setelah aku resmi mengandung. Akan murni menjadi bayiku saja. Kau tidak ada hak memiliki." Sandisc menajamkan tatapan. "Kau tidak lupa, 'kan?" "Benar, Sayang. Kau sangat benar. Aku ingat." Dalam satu tarikan kuat pada lengan tangan kiri Sandisc, Gerack berhasil meniadakan bentangan jarak mereka. Segera direngkuhnya dengan kuat wanita itu sehingga Sandisc tak bisa bergerak. "Dulu, aku sepakat untuk tidak campur masalah bayi kita. Tapi, sekarang aku berubah pikiran." Sandisc mendelik, ekspresi terkejut sekaligus juga marah. "Tidak bisa. Kau bahkan tidak punya hak." "Dan, tidak ada kesepakatan tertulis di antara kita." Gerack memerlihatkan raut wajah serius sembari terus melekatkan tatapan. Dekapan pada Sandisc masih erat. "Aku akan memastikan kita merawat bayi dalam perutmu bersama-sama." "Entah kau suka atau tidak, bukan masalah yang harus kita debatkan. Kau tidak bisa melarangku." Sandisc menggeleng. "Tolong jangan buat semua tambah rumit. Kita tidak mungkin menikah." "Aku tidak mau menjadi istrimu, Gerack." "Bagaimana dengan perasaanmu, Sandisc? Apa kau tidak pernah mencintaiku?" "Mencintai bukan berarti harus menikah bukan, Gerack? Kita masih bisa hidup bersama tanpa kau dan aku menjadi suami-istri." ………… Gerack Brown sudah sepakat untuk tak ikut campur mengenai apa pun yang ada kaitannya dengan bayi mereka. Sandisc Mikkler boleh menjadi orangtua tunggal untuk Queeny. Namun pada akhirnya, Gerack mengingkari janji. Pria itu mempersulit hidup Sandisc, saat terus menerus menunjukkan jika pantas menjadi ayah yang baik bagi buah hati mereka. Lebih celaka lagi, Sandisc tak bisa mengendalikan dirinya sendiri dan hasrat pada Gerack. Pria itu semakin memesona saja. …………
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
Kembar Dua: Ayah Mengejar Ibu Kembali Ke Dekapan

Kembar Dua: Ayah Mengejar Ibu Kembali Ke Dekapan

Semua orang iri pada Nikki, seorang gadis yatim piatu yang berhasil menikah dengan pria dari keluarga konglomerat. Suaminya tampan, lembut, dan kaya raya. Namun, tak ada yang tahu bahwa pasangan ini hanya berbagi ranjang, tetapi tidak impian. Obrolan mereka tak pernah sejalan. Di depan orang banyak, sang suami tampak sempurna luar dalam, sosok suami idaman. Namun, saat malam datang dan dia tertidur, yang dia sebut dalam mimpi adalah nama wanita lain. Bahkan setelah sang istri melahirkan sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan, hatinya tetap sedingin es, tak pernah luluh. Sampai akhirnya, selembar surat gugatan cerai membuat sang presdir yang biasanya berkuasa harus duduk di kursi terdakwa. Melihat istrinya rela meninggalkan anak-anak, bahkan menolak harta benda hanya demi berpisah darinya, pria itu tiba-tiba merasa panik. Apakah selama ini dia telah salah paham pada istrinya? Saat kembali ke rumah, yang ada hanyalah bayi-bayi yang menangis meminta susu, ranjang dingin dan rapi, serta vila mewah tanpa istri. Semuanya ternyata tak lebih dari tumpukan baja dan semen. Ketika sang presdir yang selama ini terobsesi dengan cinta akhirnya sadar bahwa dia telah jatuh cinta pada mantan istrinya, sang mantan justru telah menjadi pewaris yang tak bisa dia jangkau. Nikki: "Pak Ralph, kalau mau kejar aku, antre dulu ya. Mending kamu pulang dan urus anak-anak." Ralph menggendong anak kembar dengan tangan kiri dan kanannya. Wajah tampannya tersenyum tipis. "Anak-anak masih kecil, belum bisa jauh dari ibunya. Lebih baik kamu yang urus." Saat pembantu membawa koper si kembar masuk ke rumah, pria itu tiba-tiba keluar dari kotak kardus besar. "Aku boneka manusia untuk anak-anak. Kamu juga bisa menganggapku robot pintar. Ada layanan tambahan di diriku, yaitu sebagai penghangat ranjang."
8.942.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
BROKEN (INDONESIA)

BROKEN (INDONESIA)

"Tapi aku tebak hubungan terlarang kalian sudah sangat lama sebelum itu, bukan?" Risa tersenyum masam. "Sialnya aku tidak berdaya mendepakmu, karena Satria tidak mengijinkannya. Satria selalu protes ketika aku punya keinginan untuk bercerai denganmu. Hah Satria yang malang, yang sejak awal tidak pernah kau inginkan, namun ia begitu menyayangimu." "Untuk Satria …, maaf Ris, maafkan--." Danu tidak dapat mengeluarkan suara mengingat Satria yang baru dua hari meninggal dunia. Jauh di lubuk hatinya, ia juga sangat menyayangi Satria. "Maaf, hhh tidak cukup kata maaf dengan kelakuan bejatmu yang tidak pernah peduli kepada Satria. Dia Satria, anak yang dari awal tidak kau inginkan. Dia, yang tidak pernah kau perhatikan ketika dalam kandungan. Dia, yang harus lahir tanpa kehadiranmu menyambutnya. Dia, yang bahkan sampai hembusan napas terakhirnya pun, kau tidak peduli. Dimana mata batinmu itu, hah!" Risa sudah bergerak maju menunjuk dàda sebelah kiri Danu dengan telunjuk jarinya. "Kau seorang manusia yang dianugerahi pikiran, namun kau menutup mata, seakan buta. Aku tidak peduli kalau kau tidak pernah menganggapku ada, pérsetan dengan cinta, tapi Satria adalah darah dagingmu. Anak kandungmu, teganya kamu setelah menelantarkan dia ketika dalam kandunganku, kau masih sibuk mengejar kepuasanmu bersama selingkuhanmu ke luar negri disaat Satria bertaruh nyawa melawan kematiannya." Napas Risa tersengal, dàdanya naik turun tidak beraturan setelah mengeluarkan semua unek-unek isi hatinya, selama ini. *** Risa Aulia 25 tahun harus merasakan sakit yang bertubi-tubi ketika ia dihianati oleh suaminya Danuarta Prasetya 30 tahun dengan sahabat baiknya Karina Jelita 25 tahun, dua orang yang sangat di cintainya. Dapatkah Risa menyembuhkan kembali hatinya yang terlanjur hancur? Siapakah orang yang akan membantunya sedangkan ayah kandungnya yang menjadi tumpuan hidupnya juga sudah meninggalkan dirinya seorang diri di dunia ini. Akankah Dio Al Gazhali 22 tahun pria blasteran Jawa-Turki mampu menyembuhkan luka hatinya Risa. Sedangkan Danu, sang mantan datang kembali meminta kesempatan kedua. Cover Design by: Yozora Hikari
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Saat tangannya makin maju mendadak ketegangan Bumi membuatnya menghentikan semua. Kalungan tangan Bumi di leher Langit melemah. Lalu turun. Keduanya bertatapan dalam kesenyapan. Hanya derasnya hujan yang terdengar makin menggila di luar sana. “Kenapa?” tanya Langit parau. Sumpah, ia tak suka dihentikan dalam keadaan seperti ini. “Kau tak suka?” tanya Langit kaku. Semakin erat memeluk pinggang Bumi dengan kedua tangan. Betapa tak enaknya dihentikan dalam keadaan ia sudah hampir memuncak. Namun, ia tahu ini tak baik. Ia terlalu liar untuk Bumi. Sinar mata Bumi seperti menghukumnya, masih saja ada kebencian di sana. “Kenapa kamu Bumi?” “A..., aku,” wajah Bumi menunduk. Ia tak mampu menolak sentuhan Langit. Hanya saja, bagaimanapun ia tahu tubuhnya menginginknanya. Setelah banyak hal yang dilaluinya menyakitkan beberapa bulan terakhir ini. Sangat menyakitkan dan membuatnya tak berani berharap lebih pada siapapun. Kedua tangan lentik itu menutup muka, membuat Langit bingung. Dibukanya tangan Bumi, mengangkat wajah gadis itu dan memaksanya untuk menatap mata elang miliknya. Di sudut mata, telah tergenang air yang siap tumpah. Bumi menahannya sekuat tenaga. “Hei,” digoncangkannya tubuh Bumi. Helaan nafas berat Bumi membuat Langit meneliti setiap lekuk wajah oval itu. “Kau kenapa?” Bumi hanya menggeleng. “Tak suka? Kau marah?” tanya Langit beruntun. Ia tak mau hanya karena perlakuannya Bumi menjadi dingin kembali dan malah membencinya. Hening. “Kita...,” kata Bumi tidak lanjut. “Iya, kita nggak ada komitmen apapun.” Langit menyadari itu. “A... aku....” “Kenapa?” “Aku nggak bisa,” kalimat Bumi bergetar. @@@ Dikhianati dan terpuruk membuat Langit dikirim papanya mengurus kebun bunga di desa. Tanpa sengaja bertemu Bumi, cewek dingin, cuek dan jutek yang ditemuinya di sana. Meski menyebalkan, Langit penasaran dengan gadis manis nan eksotis tersebut. Ada benci yang jelas-jelas diperlihatkan Bumi untuk Langit. Langit tak pernah tahu misteri apa yang membuat Bumi begitu membencinya. Siapa Bumi? Walau benci, kenapa terjadi keintiman di antara keduanya?
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai keduten pinggang kiri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status